logo


Redam Gelombang Kerusuhan, 40 Kota di AS Perpanjang Aturan Jam Malam

Untuk meredam dan menghentikan gelombang aksi protes kematian George Floyd yang berakhir ricuh, sejumlah walikota di AS memperpanjang aturan jam malam

2 Juni 2020 11:44 WIB

Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi
Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sejumlah kota di Amerika Serikat terpaksa memperpanjang aturan jam malam mulai Senin (1/6) kemarin seiring dengan rencana Trump untuk segera mengakhiri aksi protes atas kematian George Floyd yang berujung dengan kericuhan yang terjadi di hampir seluruh penjuru negara tersebut.

"Kita akan mengakhiri kerusuhan," ujar Trump pada Senin (1/6).

"Aksi tersebut bukanlah sebuah aksi protes secara damai...aksi tersebut adalah aksi teror domestik," imbuh Trump.


Covid-19 Belum Usai, Kongo Kini Hadapi Wabah Ebola

Guna mendukung upaya Trump terebut, Walikota Washington, Muriel Bowser, memutuskan untuk memperpanjang durasi jam malam untuk hari Senin dan Selasa dari pukul 7 malam hingga 6 pagi. Sementara jam malam di kota New York berlaku dari pukul 11 malam, sedangan aturan jam malam di LA dimulai dari pukul 6 sore. Saat ini, sedikitnya 40 kota di AS yang telah menerapkan kebijakan tersebut.

Kepada NBC pada Senin, Bowser mengatakan bahwa para pendemo tersebut diketahui membawa sejumlah peralatan dan suplai yang akan mereka gunakan untuk menghindari kejaran polisi.

"Kami telah melihat beberapa taktik tersebut sebelumnya, sehingga kita mengetahui mereka (para pelaku protes) merupakan anggota dari kelompok yang ada di kota ini," ujarnya dikutip dari South China Morning Post pada Selasa (2/6).

Bukan dari Wuhan, Peneliti Ungkap Asal Muasal Virus Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex