logo


Cegah Demo Kematian George Floyd, Trump Ancam Kerahkan Ribuan Tentara

Trump ingin menghentikan gelombang demonstrasi

2 Juni 2020 09:51 WIB

reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengerahkan ribuan pasukan bersenjata untuk menghentikan demonstrasi protes kematian George Floyd. Pasalnya, demonstrasi tersebut berimbas kepada kerusuhan.

"Saya akan mengirim ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer, dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak segaja," ujar Trump seperti dilansir AFP, Senin (1/6/2020).

Trump juga mengajak para gubernur negara bagian untuk mengerahkan aparat kepolisian demi membantu mengawal jalannya demonstrasi. Tak hanya sampai disitu, ia juga mengancam akan mempenjarakan para demonstran yang berbuat rusuh.


Soroti Kebrutalan Polisi kepada Pengunjuk Rasa. Barack Obama: Kita Tidak Memaafkan Kekerasan

"Saya ingin para demonstran memperhatikan bahwa anda akan menghadapi hukuman pidana berat dan hukuman panjang di penjara," lanjutnya.

Sebelumnya, George Floyd dilaporkan tewas karena dianiaya aparat kepolisian AS. Setelah dilakukan otopsi, Floyd diketahui meninggal karena sesak napas setelah dilakukan tindakan pembunuham.

"Sesak napas akibat tekanan yang berkelanjutan. Dalam hasil autopsi ini juga disebutkan Floyd meninggal dunia di tempat kejadian," kata pengacara keluarga Floyd, Ben Crump.

Tak Setuju Rusia Diundang ke G7, Presiden Kanada: Mereka Terus Melanggar Aturan dan Norma Internasional

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex