logo


Soroti Kebrutalan Polisi kepada Pengunjuk Rasa. Barack Obama: Kita Tidak Memaafkan Kekerasan

Obama memberi saran untuk menyelesaikan dengan solusi politik

2 Juni 2020 06:35 WIB

Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama
Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama thelibertyconservative.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengutuk keras kebrutalan polisi terhadap peserta unjuk rasa yang protes kematian George Floyd. Menurutnya, aparat polisi bisa menyelesaikan pengunjuk rasa dengan solusi politik ketimbang dengan kekerasan.

"Mari kita tidak memaafkan kekerasan atau merasionalisasikannya atau berpartisipasi di dalamnya," kata Obama seperti dilansir CNN, Senin (1/6/2020).

"Mayoritas peserta sangat damai, berani, bertanggung jawab, dan menginspirasi. Mereka pantas mendapatkan rasa hormat dan dukungan kita, bukan penghukuman," tambahnya.


Serang WHO, Donald Trump: Mereka Adalah Boneka China

Menurut Obama, unjuk rasa tersebut hanya merespon ketidakadilan rasial. Oleh karenanya pemerintah perlu menyelasaikannya dengan undang-undang dan lembaga terkait.

"Dan menekankan pentingnya memilih pejabat yang tepat di semua tingkat pemerintahan," ujar Obama.

Diketahui, George Floyd merupaka seoarang warga keturunan Afro-Amerika. Ia meninggal karena dianiaya oleh aparat kepolisian AS. George Floyd dikunci lehernya menggunakan lutut oleh polisi karena dituding membelanjakan uang palsu di Minneapolis. Buntut meninggalnya George Floyd, terjadi gelombang protes besar-besaran di AS, bahkan sampai menular ke wilayah Eropa.

Terima Banyak Manfaat, WHO Minta Hubungan dengan AS Tetap Dilanjutkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex