logo


Aksi Protes Kematian George Floyd Bikin Posisi Trump Terancam

"Jika ada sebuah masa dimana kita sangat membutuhkan tokoh pemimpin di Gedung Putih, maka itu adalah saat ini, untuk memulihkan kondisi negara kita," ujar Val Demings, seorang anggota kongres dari Demokrat

1 Juni 2020 12:00 WIB

Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi
Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi istimewa

WASHINTON, JITUNEWS.COM - Kekacauan dan kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat pasca insiden kematian George Floyd kini menghampiri Presiden Donald Trump. Para pendemo terus meneriakkan "Saya tak bisa bernafas" dan "Persetan dengan Donald Trump!".

Tentunya hal tersebut menjadi peringatan keras bagi Trump usai tiga tahun dalam keadaan damai dan stabil, serta diperparah dengan adanya wabah Covid-19 yang telah merenggut ratusan ribu nyawa warga AS serta membuat 40 juta lainnya kehilangan pekerjaan.

"Jika ada sebuah masa dimana kita sangat membutuhkan tokoh pemimpin di Gedung Putih, maka itu adalah saat ini, untuk memulihkan kondisi negara kita," ujar Val Demings, seorang anggota kongres dari Demokrat kepada NBC pada Minggu (31/5) dikutip dari The Guardian pada Senin (1/6).


Terlibat Aktifitas Spionase, Dua Staf Diplomat Pakistan Diusir dari India

"Namun, saya tidak tahu kenapa saya berharap presiden tersebut untuk melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, dan kita belum lihat sebelumnya," imbuhnya.

Gelombang aksi unjuk rasa dikabarkan juga terjadi di depan Gedung Putih di Washington pada Jumat malam waktu setempat dan kembali terulang pada Sabtu (30/5). Mereka berhadapan dengan barikade pasukan khusus, pihak kepolisian, bersenjata lengkap dengan kendaraan-kendaraan tempur.

Para pendemo bahkan melemparkan sejumlah kembang api dan botol-botol minuman ke dalam area Gedung Putih dibalas dengan tembakan gas air mata oleh petugas keamanan, sehingga kericuhan tak terhindarkan. Setelah beberapa jam dalam kondisi yang relatif lebih tenang, para pendemo kemudian melakukan long march menembus Washington. Namun, sekitar tengah malam, situasi kembali mencekam dimana polisi harus membubarkan massa dengan kembali menggunakan gas air mata.

Aksi Protes George Floyd, Jurnalis Jadi Target Kekerasan Pihak Kepolisian dan Massa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex