logo


Aksi Protes Kematian George Floyd Tingkatkan Risiko Penyebaran Covid-19

"Saya akan terus melanjutkan adanya penekanan (terhadap gelombang aksi protes), karena kita saat ini masih berada ditengah pandemi. Banyak rumah sakit yang saat ini tengah kewalahan dalam menangani pasien Covid-19," ujar Tim Walz

1 Juni 2020 06:00 WIB

Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi
Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi istimewa

MINNEAPOLIS, JITUNEWS.COM - Aksi protes besar-besaran yang terjadi di hampir seluruh penjuru Amerika Serikat menyusul adanya insiden 'pembunuhan' seorang warga kulit hitam di Minnesota di tangan oknum polisi, memunculkan kekhawatiran akan terjadinya gelombang kedua penyebaran wabah Covid-19.

Gubenur Minnesota, Tim Walz, pada Sabtu (30/5) mengatakan bahwa terlalu banyak dari para pendemo yang tidak mengindahkan aturan sosial distancing, termasuk tidak menggunakan masker penutup wajah sehingga hal itu sangat berisiko untuk tertular virus Covid-19.

"Memang tidak benar jika di tengah situasi pandemi, kita harus pergi keluar untuk mempertaruhkan nyawa," ujar Spence Ingram, salah seorang pendemo di Atlanta dikutip dari South China Morning Post pada Minggu (31/5).


Donald Trump Tunda Penyelenggaraan G-7, Rusia Bakal Diundang

Meskipun menyadari dirinya merupakan penderita asma dan khawatir tertular Covid-19, namun sebagai seorang wanita kulit hitam, Ingram merasa bahwa ia sering mendapatkan ketidakadilan dari pihak kepolisian dan ia terpaksa harus melakukan protes tersebut.

Gelombang demonstrasi atas insiden tewasnya George Floyd terjadi disaat sebagian besar kota di AS tengah memulai untuk melonggarkan kebijakan pembatasan sosial sehingga membuat para pakar kesehatan dan pemerintah khawatir jika para pendemo tersebut telah terpapar virus Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala.

"Saya akan terus melanjutkan adanya penekanan (terhadap gelombang aksi protes), karena kita saat ini masih berada ditengah pandemi. Banyak rumah sakit yang saat ini tengah kewalahan dalam menangani pasien Covid-19," ujar Tim Walz.

Masjid-masjid di Arab Saudi Kembali Dibuka untuk Jamaah, Haji dan Umrah Tetap Ditunda

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex