logo


Minta Pemerintah Belajar New Normal dari Korsel, PKS: Angka Covidnya Justru Naik Lagi

PKS minta pemerintah tidak buru-buru menerapkan new normal

31 Mei 2020 14:59 WIB

Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi.
Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi merasa heran dengan pemerintah yang sangat gencar mengkampanyekan new normal di tengah pandemi corona. Ia pun mempertanyakan apakah ada pihak-pihak yang mendesak penerapan new normal.

"Terus terang masyarakat banyak yang mempertanyakan, apa sebenarnya yang dicari dengan gencarnya kampanye new normal. Apakah ini lantaran desakan pengusaha pada sektor industri besar? Atau kah ada sebab lainnya? Tentunya kita harus mengutamakan keselamatan rakyat, ingat Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi," kata Aboe Bakar dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020).

Ia khawatir penerapan new normal yang terkesan buru-buru justru akan mengancam keselamatan rakyat. Hal tersebut mengingat kasus corona di Indonesia masih tinggi.


Minta Larangan Ojol Bawa Penumpang Saat New Normal Dibatalkan, Garda Beri Ultmatum: Apabila Tidak...

Politisi PKS ini meminta pemerintah mempertimbangkan dengan matang penerapan new normal. Ia meminta pemerintah belajar dari Korea Selatan. Dimana jumalah kasus corona justru meningkat setelah diterapkan new normal.

"Jangan terburu-buru mengelar new normal, belajar dari Korsel, baru dua pekan mereka bikin new normal, sekarang sudah naik lagi angka covidnya. Akibatnya sekarang Korsel akan melakukan pembatasan kembali," pungkasnya.

Fahri Hamzah Minta Jokowi Tanggung Jawab Terkait Diskusi Mahasiswa UGM yang Berujung Teror

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex