logo


Cara Mudah Ajari Anak Kelola Keuangan, Uang Tak Jadi Persoalaan Saat Dewasa

Tips mengelola keuangan untuk anak

29 Mei 2020 15:45 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. rd.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Mengajari tentang keuangan pada anak-anak bukanlah hal yang tabu. Pasalnya banyak orang dewasa yang tak mampu mengelola keuangan sehingga uangnya selalu habis tanpa ada sisa. Sebagai orang tua, peran kita adalah mengajari anak cara mengelola keuangan dengan benar, sehingga ketika dewasa sudah terbiasa mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Dilansir dari Forbes, Anggota President's Advisory Council on Financial Capability Amerika yang juga penulis buku Get a Finansial Life Beth Kobliner mengatakan bahwa anak usia 3 tahun sudah mampu memahami konsep keuangan. Mengedukasi keuangan sejak dini akan bermanfaat ketika dewasa sehingga uang tidak lagi menjadi persoalan.

"Lihatlah berapa banyak keluarga yang harus kehilangan rumahnya akibat tak mampu menebus agunan, maupun memupuk utang-utang pada kartu kredit. Itu sinyal yang cukup jelas bahwa orang dewasa tidak tahu banyak mengenai uang. Untuk membantu generasi berikutnya menghindari kesalahan orang tua mereka dalam mengelola uang dan menjalani kehidupan yang sehat secara finansial, maka perlu diajarkan hal-hal penting tentang uang," kata Beth.


Sulit Dipercaya, Ternyata Mitos-mitos Orang Jawa Ini Terbukti Masuk Akal!

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut cara mudah mengajari keuangan pada anak:

1. Ajarakan menabung di celengan transparan

Banyak orang tua yang mengajari anak menabung di celengan yang bentuknya menarik tanpa bisa dilihat isi celengannya. Mulai sekarang cobalah ajarkan anak menabung di celengan transparan. Dengan cara demikian anak akan tahu bahwa uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi banyak. Anak jadi tahu bahwa menabung adalah suatu proses, sehingga cara ini efektif untuk menahan anak mengambil uang celengan. Apabila ingin uang banyak maka harus ditabung secara perlahan.

2. Ajarkan akan mengelola keuangan dengan mencontohkan langsung

Sekali-kali ajak anak berbelanja dan mempraktikan penggunaan uang. Beri kesempatan pada anak untuk memberikan uang kepada penjual atau kasir begitu juga saat menerima uang kembalian dari penjual. Anak akan mendapat pengalaman bahwa barang yang dibeli harus dibayar dengan uang. Anak jadi paham fungsi dan kegunaan uang.

3. Memberi pemahaman kebutuhan dan keinginan

Semakin bertambahnya usia anak maka ia mulai dihadapkan dengan keinginan dan kebutuhan. Sebagai orang tua maka penting memberi pemahaman bahwa membeli sesuatu harus berdasarkan kebutuhan. Beri tahu anak apabila membeli barang yang disukanya maka uang tidak bisa dipakai untuk membeli barang yang dibutuhkannya, misalnya tas sekolah. Sehingga anak akan berfikir, akan menggunakan uang celengannya untuk membeli barang kesukaannya atau barang yang dibutuhkannya.

4. Apresiasi anak dalam melakukan pekerjaan

Ketika anak membantu pekerjaan rumah misalnya membuang sampah atau mencuci piring, maka apresiasilah dengan memberikan sejumlah uang. Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa untuk mendapatkan uang perlu ada pengorbanan.

5. Terapkan sistem penjatahan

Ajarilah anak cara mengelola keuangan dengan sistem penjatahan. Mulai dengan jangka waktu yang pendek, anda bisa memberi uang mingguan. Orang tua harus tegas dan disiplin agar tidak memberi uang apabila masih dalam jangka waktu seminggu. Hal tersebut akan membuat anak lebih berhati-hati dalam menggunakan uang. Anak akan belajar untuk membeli sesuatu yang lebih prioritas.

6. Ajarkan anak untuk bersyukur

Berikan pemahaman kepada anak untuk mensyukuri uang yang kita miliki. Kita tidak perlu membandingkan barang milik teman dengan miliknya. Meski barang milik kita harganya lebih murah daripada milik teman, namun sisa uang yang kita punya bisa untuk membeli barang lain.

Pernikahan Bikin Keuangan Jadi Lebih Baik? Ini Faktanya

Halaman: 
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex