logo


Meski Ekonomi Dibuka Kembali, Pakar Sebut Angka Pengangguran di AS Masih akan Tetap Tinggi

"Saya khawatir kita akan menghadapi ronde kedua pemutusan kerja untuk sektor privat, yang diperparah dengan adanya peningkatan pemangkasan jumlah pekerja di sektor umum, sehingga lebih banyak orang akan menganggur," kata Joel Naroff

29 Mei 2020 11:40 WIB

Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran google

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Lebih dari dua juta warga Amerika Serikat telah mengajukan permohonan tunjangan pengangguran pada pekan lalu seiring dengan dunia usaha di AS berjuang untuk dapat selamat dari dampak finansial yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Adanya penambahan 2,123,000 permohonan membuat angka pengangguran di AS kini telah melampaui 40 juta sejak 21 Maret silam, seiring dengan ditutupnya sebagian besar kegiatan perekonomian di seluruh dunia.

Seorang pakar ekonomi di Pennsylvania, Joel Naroff mengatakan: "Saya khawatir kita akan menghadapi ronde kedua pemutusan kerja untuk sektor privat, yang diperparah dengan adanya peningkatan pemangkasan jumlah pekerja di sektor umum, sehingga lebih banyak orang akan menganggur," ujarnya dikutip dari Sky News pada Jumat (29/5).


China Siapkan Opsi Reunifikasi Damai untuk Taiwan

Pernyataan tersebut ia lontarkan setelah produsen pesawat terbang, Boeing, mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan pengurangan pegawai hingga 12 ribu di AS, akibat penurunan jumlah permintaan produksi dari maskapai-maskapai dunia. Turunnya permintaan produksi ini disebabkan dengan menurunnya jumlah penumpang pesawat terbang di seluruh dunia mengingat sebagian besar negara saat ini tengah menutup perbatasan mereka, melakukan pembatasan perjalanan dan kebijakan karantina guna menekan laju penyebaran virus Corona Covid-19.

"Dalam kasus ini, meskipun perekonomian dibuka kembali lebih cepat, angka pengangguran akan tetap tinggi dalam periode waktu yang lebih lama. Hal tersebut berarti pemulihan akan lebih lambat dan memakan waktu yang lebih lama," imbuhnya.

New York Segera Buka Perekonomian meski Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Terus Meningkat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex