logo


AS Rugi Sendiri Jika Nekat Cabut Status Khusus Hong Kong

Gubernur Hong Kong menyebut pencabutan status khusus bisa menjadi pedang bersisi dua yang juga akan menyakiti AS

29 Mei 2020 09:58 WIB

Ribuan warga Hong Kong turun ke jalan. Mereka malakukan aksi demonstrasi menolak UU baru yang akan dikeluarkan oleh pemerintah China daratan kepada Hong Kong
Ribuan warga Hong Kong turun ke jalan. Mereka malakukan aksi demonstrasi menolak UU baru yang akan dikeluarkan oleh pemerintah China daratan kepada Hong Kong istimewa

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Pemerintah Hong Kong memperingatkan jika Gedung Putih mencabut status khusus yang mereka berikan kepada Hong Kong bisa saja menjadi pedang dengan dua sisi yang berarti berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi Amerika Serikat. Hong Kong juga meminta AS untuk menghentikan internvensi dalam permasalahan dalam negeri mereka.

Pernyataan tersebut muncul seiring Presiden AS Donald Trump yang berencana untuk mengumumkan keputusannya terkait masalah tersebut pada Jumat (29/5). Keputusan Trump merupakan respon atas upaya China Daratan yang akan menerapkan UU keamanan nasional baru untuk Hong Kong, dimana para aktifis pro-demokrasi dan sejumlah negara barat khawatir UU baru tersebut akan mengganggu kebebasan dan otonomi Hong Kong.

"Sanksi apapun (yang diberikan oleh AS kepada Hong Kong) merupakan pedang bersisi dua yang tidak hanya membahayakan Hong Kong, namun juga berdampak signifikan terhadap AS," ujar Gubernur Hong Kong pada Kamis (28/5) dikutip dari Reuters.


Pakistan Lakukan Investigasi Terkait Insiden Jatuhnya Pesawat Komersil yang Tewaskan 97 Penumpang

Sebagai informasi, dari tahun 2009 hingga 2018, Hong Kong menjadi rekan dagang yang menyumbang keuntungan terbesar AS dibanding negara lain. Hong Kong juga menjadi rumah bagi 1,300 perusahaan AS.

Sebelumnya, pihak Beijing menyebut UU baru tersebut dikeluarkan untuk mencegah tindakan teroris, gerakan separatis sekaligus mengurangi interfensi luar negeri di Hong Kong.

Rencana tersebut diketahui menuai kecaman dan protes dari warga Hong Kong beberapa bulan terakhir, dimana pada minggu ini, ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan protes dan pihak keamanan terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa.

Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Kian Meningkat, Brazil Tetap Segera Buka Perekonomian

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia