logo


PAN: Mahfud MD Kurang Bijak

Politisi PAN ini menyebut pernyataan Mahmud MD itu mengindikasikan beberapa hal. Dimana yang pertama mengindikasikan bahwa pemerintah Indonesia terkesan sudah tidak mampu melawan penyebaran covid-19.

28 Mei 2020 18:32 WIB

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay
Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengkritisi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang menyebut angka kematian akibat virus corona (Covid-19) lebih rendah dibanding angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

Dia menilai pernyataan Mahfud MD itu kurang bijak jika dikaitkan dengan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Perbandingan kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan kecelakaan akibat covid-19 juga dinilai tidak tepat. Sebab apa pun alasannya, keselamatan diri dan jiwa warga negara adalah tanggung jawab negara,” kata Saleh di Jakarta, Kamis (28/5/2020).


Update Data Covid-19: Pasien Sembuh Tambah 183 Orang

“Lagi pula, kenapa perbandingannya kecelakaan lalu lintas dan beberapa penyakit katostropik? Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan kematian akibat perang dunia II? Kematian akibat perang dunia pasti jauh lebih banyak,” imbuhnya.

Politisi PAN ini menyebut pernyataan Mahmud MD itu mengindikasikan beberapa hal. Dimana yang pertama mengindikasikan bahwa pemerintah Indonesia terkesan sudah tidak mampu melawan penyebaran covid-19.

“Padahal, pemerintah sudah melakukan banyak upaya. Namun, upaya-upaya itu ternyata belum mampu mengontrol laju penyebaran covid-19. Karena itu, masyarakat yang diminta untuk tidak takut berlebihan,” tuturnya.

Sedangkan yang kedua, lanjut Saleh, mengindikasikan bahwa, pemerintah saat ini memang sedang membangun kesadaran baru warga masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sebagaimana biasa.

“Ini diperlukan agar roda perekonomian kembali berjalan normal. Sebab, kebijakan PSBB yang diterapkan selama ini secara nyata berdampak langsung pada perekonomian di tingkat nasional, bahkan global,” tambahnya.

Terakhir mengindikasikan bahwa pemerintah menjadikan penyelamatan ekonomi sebagai prioritas utama. Sementara, penanganan covid-19 hanya akan dilakukan sebagaimana penanganan penyakit-penyakit menular lain yang ada di Indonesia.

Menurut Saleh, hal ini sangat bertentangan dengan keputusan pemerintah yang telah menjadikan covid-19 sebagai bencana nasional. Bahkan, gugus tugas menegaskan bahwa status bencana nasional itu belum berakhir

“Kalau pak Mahfud meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan, lalu kenapa sejak awal ini ditetapkan sebagai bencana nasional? Bukankah suatu bencana, apalagi itu statusnya bencana nasional, sangat wajar ditakuti dan dikhawatirkan?,” kata Saleh.

Dalam hal ini, Saleh mendesak agar para pejabat pemerintah lebih bijak dalam memberikan pernyataan. Dengan begitu, masyarakat tetap punya optimisme dalam melawan Corona.

“Optimisme dan semangat masyarakat harus tetap dibangun. Karena dengan mereka dan bersama merekalah perlawanan terhadap Corona ini dapat dilakukan,” tukasnya.

Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Kian Meningkat, Brazil Tetap Segera Buka Perekonomian

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex