logo


MUI Usul Salat Jumat Dilakukan Secara Bergelombang, Begini Skemanya

MUI sebut salat jumat secara gelombang bisa mengurangi orang berkerumun

28 Mei 2020 15:37 WIB

Sekretaris Jenderal MUI pusat, Anwar Abbas
Sekretaris Jenderal MUI pusat, Anwar Abbas Republika

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengusulkan agar Salat Jumat digelar secara bergelombang. Hal tersebut sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi corona.

"Saya akan menyampaikan kepada Komisi Fatwa MUI untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan Salat Jumat di tengah wabah Covid-19 ini dilakukan secara bergelombang," kata Anwar Abbas kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

"Misalnya gelombang pertama jam 12.00, kedua jam 13.00 dan ketiga jam 14.00," imbuhnya.


Wacana Sekolah Buka Juli 2020, Orang Tua: Enggak Rela Sama Sekali

Ia mengatakan bahwa Salat Jumat tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dengan menjaga jarak aman. Selain itu, tempat untuk Salat Jumat juga bisa diperbanyak. Ia mencontohkan penggunaan aula atau ruang rapat untuk Salat Jumat sehingga tidak terjadi kerumunan di satu tempat dalam waktu yan bersamaan.

"Karena tanpa itu, prinsip physical distancing jelas akan terlanggar. Dan hal itu, jelas tidak baik karena jelas akan membahayakan jamaah dan kita tentu tidak mau hal itu terjadi," pungkasnya.

 

65 Persen Covid-19 Ada di Jatim, Gugus Tugas: Hati-hati Surabaya Bisa Jadi Wuhan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati