logo


Terus Merugi, Boeing Kembali PHK 12 Ribu Karyawan

Boeing tidak menerima satu pun permintaan produksi pesawat terbang pada bulan April 2020

28 Mei 2020 12:16 WIB

Pesawat Boeing
Pesawat Boeing istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Perusahaan pembuat pesawat asal AS, Boeing, dikabarkan kembali melakukan pengurangan jumlah karyawan hinga 12 ribu pada Rabu (27/5) kemarin lantaran terus merugi akibat adanya pandemi Covid-19.

Situasi wabah membuat sebagian besar negara menutup wilayah perbatasan negara dan menghentikan perjalanan pesawat terbang guna mencegah dan menekan laju penyebaran virus Covid-19. Akibatnya, permintaan produksi pesawat terbang turun drastis.

"Saya harap ada jalan lain," tulis Dave Calhoun, petinggi Boeing dalam email yang ia kirim kepada karyawannya.


Pihak Kongres AS Desak Trump Segera Jatuhkan Sanksi bagi China Terkait Muslim Uighur

"Dampak kerusakan yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 terhadap industri penerbangan menyebabkan berkurangnya permintaan produksi pesawat komersial, yang membuat perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan," imbuhnya.

Boeing menyatakan bahwa pihak manajemen telah menerima 5,520 surat pengunduran diri dari karyawannya di AS, yang sebagian besar berada di wilayah Seattle. Sementara itu, 6.770 karyawan lainnya juga telah diberi informasi bahwa mereka juga akan dirumahkan.

Untuk diketahui, selama bulan April 2020, Boeing tidak menerima satu pun permintaan produksi pesawat terbang, dimana 108 pesanan pesawat 737 MAX dibatalkan.

Sementara itu, pada bulan April lalu, perusahaan saingan, Airbus, memperingatkan akan adanya potensi penurunan tajam dalam hal pendapatan dengan kecepatan yang tidak bisa diperkirakan yang menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan sangat terancam.

Kantor Kedubes Inggris di Pyongyang Ditutup

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia