logo


PKS Minta Pemerintah Optimalkan Smesco untuk Selamatkan UMKM di Era New Normal

Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak meminta Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalkan peran Small and Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco)untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan bangkit di era New Normal.

26 Mei 2020 19:17 WIB

Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak
Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak Fraksi.pks.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak meminta Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalkan peran Small and Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco) untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan bangkit di era New Normal.

Menurutnya Smesco selama ini hanya berfungsi menjadi ruang pamer dan pasar produk UKM.

Amin mendorong agar Smesco dikembangkan menjadi hub network pemasaran daring (online) produk UMKM sebagai strategi baru pemasaran produk mereka.


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

“Berdasarkan hasil berbagai riset, tren ke depan, penguatan inovasi dan produk lokal berbasis UMKM akan menjadi kunci kekuatan ekonomi nasional, sedangkan globalisasi bisnis akan berkurang karena terdampak pandemi Covid-19,” ujar Amin di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Politisi PKS ini mengatakan strategi bertahan dan bangkit di era new normal adalah transformasi teknologi dengan dua penopang utama, yakni inovasi lokal dan perdagangan daring sebagai tumpuan (backbone).

Menurutnya konsumen saat ini sudah terbiasa memanfaatkan toko daring dengan aplikasi digital via ponsel cerdas karena memudahkan transaksi jual beli dan tidak dibatasi ruang maupun waktu.

“Jika ingin memperkuat dan membangkitkan UMKM, maka inilah momentum yang tepat bagi pemerintah memperkuat Smesco agar bisa bersaing dengan berbagai toko daring yang sudah mapan,” tuturnya.

Dalam hal ini, Amin mengutip data Bank Indonesia yang menyebutkan 93 persen produk yang dipasarkan di 22 toko digital saat ini adalah produk impor. Kondisi itu turut memperbesar defisit neraca perdagangan Indonesia atau current account deficit (CAD), dimana pada kuartal I tahun 2020 ini tekor minus 1,4 persen atau senilai US$3,9 miliar.

Sedangkan defisit neraca pembayaran indonesia (NPI) mencapai minus US$8,5 miliar atau setara Rp127,5 triliun.

Atas dasar itu, Amin mengatakan Smesco bisa mengembangkan toko digital sendiri dengan memanfaatkan platform open source agar berbiaya murah dan pengembangannya lebih mudah.

Menurutnya Smesco hanya tinggal meningkatkan marketplace yang sudah ada saat ini, lengkap dengan database yang dimiliki ke ranah digital.

Selain itu, lanjut Amin, Kemenkop dan UKM juga bisa menggandeng Bandung Techno Park binaan Yayasan Telkom, lanjut Amin, untuk pengembangan platform digitalnya, karena upaya untuk membangun digital-marketplace besar tentu saja tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi.

“Pemerintah bisa menunjuk BUMN yang berpengalaman membina UMKM seperti PT Sarinah untuk manajemen dan sistem pengelolaannya. Sinergi semacam itu penting agar UMKM kita bangkit dan tumbuh dan menjadi tuan di negerinya sendiri,” kata Amin.

Dalam hal ini, Amin prihatin dengan data yang disodorkan Ekonom Faisal Basri yang menyebutkan impor komoditas pangan sangat tinggi, khususnya sayuran yang sudah mencapai US$770 juta setahun pada 2019, atau setara dengan Rp11,5 triliun.

“Seharusnya Kementerian Koperasi dan UKM bisa memperkuat pasar bagi produk petani Indonesia dengan mengembangkan market place bagi produk mereka yang melimpah, tegas Amin,” tukasnya.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex