logo


Vladimir Putin Bailout Industri Minyak Rusia

Bailout tersebut dikeluarkan untuk memenuhi pasokan produksi minyak mentah Rusia sesuai dengan kesepakatan OPEC+

26 Mei 2020 11:53 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menginstruksikan kepada pemerintahannya untuk mengeluarkan sebuah kebijakan guna mendukung industri minyak terkait dengan kesepakatan OPEC+ mengenai durasi pemotongan produksi minyak.

Menurut sebuah dokumen yang dirilis pada situs kepresidenan Rusia, kebijakan tersebut mencakup sebuah instruksi untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang gagal memenuhi kuota produksi minyak.

Dokumen tersebut juga menyebut adanya 'harga spesial' untuk diterapkan oleh operator jalur pipa minyak Rusia, Transneft, selama masa kesepakatan OPEC+ berlaku.


Hapus Status Keadaan Darurat Tokyo, Jepang Bakal Gelontorkan Stimulus Capai 40% GDP

Sebagai salah satu anggota OPEC+, Rusia telah sepakat untuk memotong produksi minyak hingga 8.5 juta barel per hari selama bulan Mei dan Juni, dari kesepakatan sebelumnya di angka 11.5 juta barel per hari. Hal itu disampaikan oleh Menteri ESDM Rudia Alexander Novak dalam sebuah wawancara dengan Interfax pada bulan April lalu.

Kendati demikian, berdasar pada track-record selama ini, banyak pakar dan pengamat yang ragu bahwa Rusia akan terus mampu memenuhi syarat dari kesepakatan tersebut.

Sementara itu, berdasar pantauan dari Reuters, produksi minyak mentah Rusia selama dua puluh hari bulan Mei ini berkisar 8.72 juta barel per hari, yang merupakan pemotongan produksi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Oleh sebab itu, pemerintah terpaksa mengulurkan tangan untuk membantu perusahaan-perusahaan minyak di sana untuk menghadapi situasi yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir bulan Juni mendatang.

Minim Bantuan Pemerintah, Bisnis di Portugal Terancam Mati

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia