logo


Potong Suku Bunga, Gubernur Bank Kanada Lebih Cemas Covid-19 Timbulkan Deflasi ketimbang Inflasi

"Meskipun sebagian kecil pengamat khawatir bahwa kebijakan ekstrim yang diambil oleh pemerintah akan menyebabkan inflasi, namun kekhawatiran terbesar kami adalah adanya kemungkinan munculnya deflasi," ujar Stephen Poloz

26 Mei 2020 11:07 WIB

Stephen Poloz, Gubernur Bank Kanada
Stephen Poloz, Gubernur Bank Kanada The Globe and Mail

OTTAWA, JITUNEWS.COM - Perekonomian Kanada tampaknya akan membutuhkan stimulus dengan nilai yang cukup signifikan dalam menghadapi masa krisis yang disebabkan oleh wabah Covid-19, termasuk dengan adanya kemungkinan meningkatnya tingkat hutang.

Gubernur Bank Kanada, Stephen Poloz, mengatakan bahwa ia lebih khawatir akan terjadinya deflasi yang diakibatkan karena melemahnya daya beli masyarakat, yang disebabkan oleh kebijakan lockdown, dibandingkan dengan potensi inflasi yang terjadi sebagai dampak dari kebijakan stimulus yang digelontorkan oleh pemerintah.

"Meskipun sebagian kecil pengamat khawatir bahwa kebijakan ekstrim yang diambil oleh pemerintah akan menyebabkan inflasi, namun kekhawatiran terbesar kami adalah adanya kemungkinan munculnya deflasi," ujarnya dikutip dari Bloomberg pada Selasa (26/5).


Hapus Status Keadaan Darurat Tokyo, Jepang Bakal Gelontorkan Stimulus Capai 40% GDP

Oleh karena itu, ia kini tengah dipaksa mengambil langkah untuk menurunkan suku bunga, dan menyuntikkan lebih dari USD 210 Miliar uang tunai ke dalam pasar uang, dimana hal tersebut tentunya menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya inflasi.

"Deflasi jelas berdampak (buruk) langsung dengan hutang yang ada, dua bumbu utama dari depresi yang terjadi di masa lalu," imbuhnya.

Poloz mengatakan bahwa upaya yang akan ditempuh semata-mata untuk memastikan situasi pasar uang, meskipun langkah yang sama juga akan menjadi tolak ukur dikeluarkannya stimulus dari pemerintah.

"Kami fokus dalam upaya untuk memastikan perekonomian memiliki dasar yang kuat untuk pulih kembali," tukasnya.

Minim Bantuan Pemerintah, Bisnis di Portugal Terancam Mati

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex