logo


Hapus Status Keadaan Darurat Tokyo, Jepang Bakal Gelontorkan Stimulus Capai 40% GDP

Pemerintah Jepang akan mengeluarkan stimulus hingga 300 Triliun Yen guna menstabilkan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19

26 Mei 2020 09:52 WIB

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Tempo.co

TOKYO, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah mencabut status darurat nasional untuk Tokyo dan empat wilayah lain pada Senin (25/5) usai jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut turun. Dicabutnya status darurat tersebut membuat kebijakan pembatasan sosial di Jepang mengalami kelonggaran.

Abe menyatakan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dua paket stimulus ekonomi yang nilai keseluruhannya lebih dari 200 Triliun Yen dan masih membutuhkan beberapa saat untuk mereka dapat kembali ke kehidupan normal sekaligus mengendalikan resiko penyebaran virus.

"Hari ini, kami mengambil sebuah langkah ke tahap berikutnya menyusul dihapusnya status darurat," ujar Abe kepada reporter di Tokyo pada Senin (25/5).


Hubungan dengan China Daratan Semakin Memanas, Taiwan Siapkan Pengembangan Program Misil dan Alat Tempur

Kendati demikian, Abe memperingatkan bahwa pihaknya sewaktu-waktu dapat kembali menerapkan status darurat tersebut jika wabah Covid-19 mulai menyebar lagi.

"Dalam skenario terburuk, ada kemungkinan diterapkan kembali status darurat jika laju penyebaran virus kembali tinggi," imbuhnya.

Diketahui, negara dengan tingkat perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut berhasil lolos dari jeratan pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 16 ribu warga dengan 839 kematian sejauh ini. Namun, wabah Covid-19 telah menyebabkan perekonomian Jepang berada dalam kondisi resesi serta menjatuhkan tingkat popularitas Perdana Menteri Shinzo Abe.

Pakar dan analis menyebut perekonomian Jepang akan mengalami 22 persen kontraksi pada bulan April hingga Juni mendatang.

Sementara itu, Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, sebelumnya menyatakan bahwa ibukota Jepang tersebut akan memasuki tahap pertama kelonggaran pembatasan, saat status darurat telah dicabut. Hal itu membuat museum dan perpustakaan untuk dibuka kembali, dan rumah makan diijinkan beroperasi hingga malam.

Untuk mendukung kestabilan ekonomi usai mengalami keterpurukan terdalam sejarah, pemerintah Jepang kini mempertimbangkan untuk mengeluarkan bantuan tunai hingga 100 Triliun Yen sebagai bantuan finansial kepada perusahaan-perusahaan yang ada di sana.

"Pemerintah dan Bank Jepang akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah dengan mengadopsi semua langkah yang penting...kami akan mendukung finansial perusahaan-perusahaan Jepang dengan penyaluran dana," ujar Abe.

Stimulus yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Jepang selama masa pandemi secara total telah mencapai 40% produk domestik bruto yang mereka miliki.

Jerman Gelontorkan 146 T Bailout untuk Lufthansa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex