logo


Bicara soal New Normal, Amien Rais: Kalau Ekonomi Hancur Dianggap Normal Itu Sudah Kebablasan

Amien menilai Indonesia dan negara lain telah keliru memaknai istilah new normal.

26 Mei 2020 07:00 WIB

Amien Rais
Amien Rais Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Eks Ketua MPR RI Amien Rais buka suara terkait istilah ‘new normal’ yang dicetuskan pemerintah dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurutnya, Indonesia dan negara lain telah keliru memaknai istilah new normal.

"Untung ada para scientist yang mengingatkan bahwa perkara new normal itu sesungguhnya misleading, salah arah dan sesungguhnya ada pengelabuan, mohon maaf itu kata mereka, dan saya setuju," kata Amien Rais melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @amienraisofficial, dilihat pada Selasa (26/5).


Perjalanan dr Tirta Jadi Mualaf: Dapat Hidayah dari Mimpi dan Kerap Dengar Azan

Amien menjelaskan istilah new normal dapat diartikan melanjutkan hidup secara normal selamanya. Namun, ia menilai pemerintah belum siap untuk menerapkan skenario tersebut.

"Dikatakan sesungguhnya itu bukan new normal, tapi itu we have to straight normal forever dan kita lanjutkan yang normal itu selamanya, karena apa yang normal itu biasanya ada standarnya, ada norma-norma, ada pola-pola yang reguler, dan tentu ada poin rujukan referensi, ini tak ada sama sekali," tambahnya.

Politisi senior PAN itu lantas mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan istilah new normal supaya tidak terkecoh.

"Saudara-saudara, jangan dipakai lagi ini (istilah new normal). Ini bisa mengelabui kita sendiri, dikarenakan apapun dianggap normal," ujar Amien.

Kendati demikian, pria kelahiran Solo itu mengaku menyadari Indonesia menggunakan istilah new normal usai kasus Covid-19 melandai.

"Nah, kalau di negara kita ini saya paham. Para petinggi ingin ini new normal setelah virus agak mereda yaitu pegawai negeri tetap pakai masker, tetap jaga jarak ada waktunya di rumah dan waktunya di kantor, dan sebagainya. Kalau semua itu masih oke," lanjutnya.

Akan tetapi, terus dia, istilah new normal tidak bisa disamaratakan dalam menghadapi semua kasus. "Kalau pengangguran meluas dianggap new normal, kerusuhan di setiap daerah karena kelaparan juga disebut new normal, atau menambah utang juga dipandang new normal, ekonomi hancur new normal, saya kira itu sudah kebablasan."

Oleh karena itu, Amien berharap publik bisa bersikap cerdas. Mengingat pandemi ini bukan persoalan yang enteng.

"Jadi marilah kita jadi bangsa yang cerdas, para pemimpin juga harus lebih cerdas lagi, maaf ya. Karena kita ini betul-betul dan situasi yang sangat berat. Jangan dihibur dengan new normal yang sangat tidak normal," pungkas dia.

Polemik Konten Youtube Deddy Corbuzier dan Siti Fadilah, Demokrat: Negara Sebaiknya Tak Mengharuskan Ada Izin

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex