logo


Polemik Konten Youtube Deddy Corbuzier dan Siti Fadilah, Demokrat: Negara Sebaiknya Tak Mengharuskan Ada Izin

Andi menilai pembicaraan Deddy dan Siti berisi pengetahuan dan informasi untuk publik dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.

26 Mei 2020 04:45 WIB

Andi Arief
Andi Arief Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief meminta pemerintah tak mempermasalahkan tanya jawab yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier terhadap narapidana kasus korupsi, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Menurutnya, pembicaraan tersebut berisi pengetahuan dan informasi untuk publik dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.

"Negara sebaiknya tidak mengharuskan ada izin untuk silahturahmi seperti yang dilakukan oleh Deddy Cobuzier dengan Siti Fadilah, dan melarang bikin dokumentasi dan menguploadnya diakunnya agar bisa ditonton orang lain," ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).


Pemerintah Minta Pemudik Tak Buru-buru Kembali ke Jakarta

Dalam video berdurasi 25.46 menit itu, Deddy dan Siti membicarakan banyak hal, seputar flu burung hingga virus corona.

Terkait hal ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi (Kemenkumham) masih menelusuri dugaan pelanggaran dari pembuatan konten tersebut.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham, Rika Aprianti mengatakan pembuatan konten tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihaknya dan Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Itu sedang ditelusuri (dugaan pelanggaran), ada tim menelusuri itu. Yang pasti pihak Rutan (Pondok Bambu) mengatakan tidak mengetahui ada proses wawancara seperti itu, apalagi kami Ditjen PAS tidak tahu. Sedang ditelusuri sekarang," kata Rika, dilansir dari cnnindonesia.com, Senin (25/5).

Amien Rais: Jangan Dihibur New Normal New Normal yang Tidak Normal

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex