logo


Trump Desak Gubernur Negara Bagian Buka Kembali Tempat Ibadah

"Saya meminta gubernur segera mengijinkan gereja dan tempat ibadah lain untuk dibuka kembali saat ini," kata Donald Trump

23 Mei 2020 18:59 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump national Review

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (22/5) mengumumkan bahwa semua tempat ibadah akan dimasukkan ke dalam kategori "layanan esensial" dan mendesak para gubernur negara bagian untuk segera membukanya kembali.

"Saya menyatakan bahwa gereja, sinagoga, masjid, sebagai tempat esensial yang memberikan pelayanan esensial," ujar Trump dalam sebuah pertemuan khusus di Gedung Putih, dikutip dari NYPost pada Sabtu (23/5).

"Sejumlah gubernur telah menyatakan bahwa toko minuman keras dan klinik aborsi sebagai tempat esensial, namun tidak dengan gereja dan tempat ibadah lainnya, itu bukan hal yang benar. Sehingga saya akan mengoreksinya dan menyatakan bahwa tempat ibadah juga merupakan tempat esensial. Saya meminta gubernur segera mengijinkan gereja dan tempat ibadah lain untuk dibuka kembali saat ini," imbuhnya.


Telah Lewati Masa Puncak Wabah, Iran Bakal Kembali Buka Tempat Ibadah dan Situs Budaya

Ia menyatakan bahwa siapapun yang mempertanyakan atas keputusan tersebut untuk menghadap Trump langsung dan ia memastikan bahwa keputusannya tidak bisa diganggu gugat.

"Jika mereka (gubernur) tidak melakukannya, saya sendiri yang akan mengambil alih wewenang tersebut," pungkas Trump.

Sementara itu Dr. Deborah Birx, salah satu pejabat yang bertugas di satgas Covid-19 AS menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan yang diambil oleh Trump tersebut.

"Tentu hal ini sangat membahayakan bagi sebagian warga, kami ingin mereka tetap terlindungi. Saya paham penyelenggara tempat ibadah juga ingin melindungi jemaahnya, jadi mungkin tempat-tempat ibadah tersebut tidak akan dibuka pada pekan ini jika peningkatan kasus Covid-19 masih tinggi," ujarnya beberapa saat usai adanya pengumuman dari Trump tersebut.

2 dari 98 Penumpang Selamat, Usai Pesawat Jatuh diatas Kawasan Pemukiman di Pakistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia