logo


Bahar bin Smith Dipindah Nusakambangan, Demokrat: Berat Diterima Logika

Bahar menilai pendekatan lapas harus mengutamakan basis pembinaan.

23 Mei 2020 05:30 WIB

bahar ditangkap
bahar ditangkap

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto menyesalkan pemindahan lokasi penahanan Bahar bin Smith dari Lapas Gunung Sindor, Bogor, Jawa Barat ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Didik menyebut kebijakan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Reinhard Silitonga itu berat untuk diterima secara akal dan logika. Mengingat tindak pidana yang dijeratkan kepada Bahar terkait pelanggaran aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Melihat tindak pidana yang didakwakan dan sudah diputuskan terhadap Habib Bahar bin Smith, dan pelanggaran PSBB yang dilakukan, berat rasanya akal dan logika ini menerima apa yang dilakukan jajaran Dirjen PAS ini," kata Didik, seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu (23/5).


Pesta Kembang Api Dibatalkan, Ini Alasan Wali Kota Tegal

Anggota DPR RI itu menjelaskan secara prinsip, yang harus dipahami adalah lapas sebagaimana tertuang di UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan.

Sistem pemasyarakatan seperti yang telah tertuang dalam Pasal 1 angka 2 UU Lapas, lanjut dia, adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan warga binaan pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana.

Sehingga, narapidana nantinya dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dan dapat hidup wajar selaku warga yang baik dan bertanggung jawab.

Didik mengatakan, dalam konteks ini, pendekatan lapas harus mengutamakan basis pembinaan. "Untuk itu tentu perlu kearifan, perlu pemahaman dan perlu konsistensi pemerintah khususnya jajaran Dirjen PAS untuk bisa konsekuen menerapkan apa yang menjadi amanat UU," pungkasnya.

Penampilan Bahar bin Smith Tak Berubah, Sineas: Ada Salon buat Ngecat Rambut di Penjara?

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×