logo


Mardani Ali Sera: KPU Harus Jaga Keamanan Data dan Perkuat Sistem IT

Menurutnya hal itu dilakukan karena ada dugaan data 2,3 juta data warga Indonesia dari sistem KPU diklaim diretas hacker.

22 Mei 2020 21:03 WIB

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjaga keamanan data serta memperkuat sistem informasi teknologi.

Menurutnya hal itu dilakukan karena ada dugaan data 2,3 juta data warga Indonesia dari sistem KPU diklaim diretas hacker.

“KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus menjaga keamanan data dan juga menjadikan pelajaran untuk lebih memperkuat sistem keamanan IT. Ini sangat berkaitan erat dalam menjaga ‘trust’ dan kredibilitas di masyarakat,” kata Mardani, Jumat (22/05).


Akui Pernah Ketemu Buronan Harun Masiku, Ketua KPU: Ya Sekali Itu Saja

Ketua DPP PKS itu juga minta perlunya audit sistem keamanan data dan sistem informasi teknologi KPU agar tidak terulang kejadian yang sama,

“Saya usulkan perlu di audit seluruhnya oleh konsultan independent, jadi bahan masukan untuk perbaikan kedepannya,” ujar Mardani.

Selain itu, Madani juga msminta kejadian ini menjadi pelajaran kepada pemerintah agar sistem keamanan data nasional ditinjau ulang.

“Harus jadi momentum meninjau keamanan data kependudukan nasional, saya mengusulkan program KTP-el yang saat ini sifatnya sentralistis sekaligus di tinjau ulang keamanan data dan sistem IT nya agar tidak mendatangkan bencana nasional,” pungkasnya.

Indonesia dikagetkan dengan claim seorang Peretas dari akun twitter @underthebreach, kamis (21/5/2020) yang mengklaim telah memboboh data 2,3 juta warga Indonesia dari sistem KPU. Dalam cuitnya ia mengatakan berhasil mendapat, data termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya

Tak Ingin Pilkada 2020 Ditunda, Pengamat Sarankan Petugas Pemungut Suara Keliling

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar