logo


Desak Jokowi Bubarkan BPIP, Tengku Zulkarnain: Apakah Prank Motor Menguntungkan Bapak?

Tengku Zulkarnaian minta BPIP dibubarkan

22 Mei 2020 15:15 WIB

Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain
Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain Dakwatuna.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mendesak Presiden Joko Widodo agar membubarkan Badan Pembinaan Ideolodi Pancasila (BPIP). Pasalnya, BPIP dinilai telah menyinggung perasaan umat muslim karena menyelenggarakan konser musik di malam 10 akhir Ramadan. Selain itu, BPIP dinilai telah gagal menyelanggarakan lelang motor milik Jokowi.

"Bubarkan saja BPIP. Menghabiskan uang negara 914 Milyar dalam setahun. Urus Konser Musik dan Lelang saja GAGAL. Bagaimana mau urus Pancasila bagi seluruh rakyat Indonesia. Apakah PRANK motor kemarin menguntungkan bapak? Jika tidak bubarkan saja, kenapa?," kata Tengku Zilkarnain di akun Twitter pribadinya, Jumat (22/5/2020).

Ia juga menyayangkan BPIP yang telah menyelenggaran konser amal dengan biaya yang sangat mahal, namun hasil yang diperoleh hanya Rp 4 miliar.


Kasus Covid-19 Nyaris Seribu dalam Sehari, Joko Anwar Lempar Sindiran yang Nyelekit

"Biayanya (konser) gede cuma dapat receh Rp 4 milar, kalah dengan Didi Kempot dan Koh Steven. Eh yang Rp 2,5 miliar di prank pula. Nasib, nasib. Ya Allah bertambah yakinku pada-Mu," tambahnya.

Diketahui, lelang motor Jokowi dimenangkan oleh seorang pengusaha yang bernama M. Nuh. Ia memenangkan lelang sebesar Rp 2,5 miliar. Namun belakangan diketahui bahwa M. Nuh bukanlah seorang pengusaha namun hanya buruh lepas. Setelah diperiksa M.Nuh mengaku tidak tahu bahwa itu adalah kegiatan lelang, ia mengira akan mendapat hadiah.

Motor Listrik Harga Rp2,5 M, Fadli: Memangnya Kalau Ditandatangani Pak Jokowi Bisa Semahal Itu?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati