logo


Tak Terima Bahar bin Smith Dipenjara Lagi, Para Murid Bakal Geruduk Kemenkumham

Perlakuan pemerintah terhadap Bahar dinilai diskriminatif dan subyektif.

22 Mei 2020 05:15 WIB

Aksi FPI dan Sejumlah Ormas di Bundaran Patung Kuda
Aksi FPI dan Sejumlah Ormas di Bundaran Patung Kuda dok jitunews/khairul anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Terpidana kasus kekerasan terhadap remaja, Habib Bahar bin Smith ditangkap kembali oleh pihak kepolisian dan Kemenkumham usai melanggar aturan sebagai narapidana bebas yang mendapatkan asimilasi.

Kemenkumham menyebut Bahar menyampaikan ceramah yang meresahkan masyarakat. Bahar juga tidak mematuhi physical distancing selama PSBB berlaku di Bogor, sehingga membuat massa berkumpul dan tidak menjaga jarak satu sama lain.

Kini, ia dipindah ke Nusakambangan usai sempat mendekam di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Bahar akan menghabiskan masa tahanannya hingga 2021 mendatang.


Tak Terima Habib Bahar Dipindah ke Nusakambangan, Pengacara: Ini Penculikan?

Mengetahui hal ini, Santri Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin, Bogor murid Habib Bahar bin Smith dan relawan Persaudaraan Alumni 212 mengancam menggeruduk kantor Kemenkumham. Mereka tidak terima Bahar kembali dijebloskan ke penjara di Nusakambangan.

Pengacara Bahar bin Smith, Aziz Yanuar. Aziz mengatakan rencana tersebut bakal dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Tak tertutup kemungkinan juga kita akan geruduk Kemenkumham untuk audiensi dengan Ditjen Pemasyarakatan dan Menteri Kumham dengan ditemani ratusan bahkan ribuan massa nanti setelah lebaran. Kita akan long march ke Kementerian Hukum dan HAM," kata Aziz, sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com pada Jumat (22/5).

Aziz menambahkan, massa akan menyampaikan tuntutan agar Menkumham Yasonna Laoly mundur.

"Kita desak Pak Jokowi dan Komisi III DPR untuk copot Yasonna Laoly dari jabatannya dan Ditjen pemasyarakatan Reinhard Silitonga juga kita minta copot," imbuhnya.

Aksi itu, lanjut Aziz, sebagai bentuk protes atas tindakan pemerintah terhadap Bahar yang dinilai diskriminatif dan subyektif.

"Tindakan tindakan terhadap Habib Bahar ini adalah khas negara machstaat, bukan rechstaat. Khas negara plutokrasi bukan demokrasi," tukasnya.

Tim Kuasa Hukum Khawatirkan Kesehatan Habib Bahar bin Smith yang Dipindah ke Sel Isolasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar