logo


Penerapan Aturan PSBB di Mata Fadli Zon: Intinya Berantakan

“Pemerintah menerapkan kebijakan standar ganda yang akibatnya membingungkan masyarakat. Di satu sisi PSBB tidak ada pelonggaran. Namun di sisi lain membolehkan aktifitas tersebut,” ujar Fadli Zon

21 Mei 2020 20:41 WIB

Fadli Zon.
Fadli Zon. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pusat perbelanjaan dan mal di beberapa wilayah tampak ramai dan padat oleh pengunjung menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Ironisnya, hal tersebut terjadi ditengah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan di sejumlah kota di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, politisi Gerindra, Fadli Zon menilai fenomena tersebut diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang membuat warga masyarakat bingung.

Ia menilai pemerintah Indonesia sejauh ini masih mementingkan untuk mencegah dampak buruk Covid-19 untuk sektor perekonomian, dibanding dengan kesehatan. Sehingga pemerintah tidak bertindak tegas terhadap para pelanggar kebijakan PSBB.


Jakarta Jadi Wilayah Indonesia yang Paling Siap Longgarkan PSBB

“Pemerintah menerapkan kebijakan standar ganda yang akibatnya membingungkan masyarakat. Di satu sisi PSBB tidak ada pelonggaran. Namun di sisi lain membolehkan aktifitas tersebut,” ujar Fadli kepada wartawan, Kamis (21/5).

Fadli Zon mengatakan, ketidakseriusan dan inkonsistensi pemerintah dalam membuat kebijakan PSBB yang sering berubah membuat tingkat kepercayaan publik menurun.

“Karena inkonsistensi menyebabkan masyarakat jadi bingung dan tidak percaya lagi yang mana yang benar,” katanya.

Ia juga mengkritik kebijakan larangan mudik yang selama ini digaungkan oleh pemerintah, namun masih mengijinkan transportasi umum antar kota.

”Mudik dilarang tapi transporasi umum antarkota boleh. Jadi kelihatannya basa basi dan intinya berantakan,” pungkasnya.

Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Usulkan PSBB Dilakukan Per Pulau

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex