logo


Jakarta Jadi Wilayah Indonesia yang Paling Siap Longgarkan PSBB

Hal tersebut dilihat dari beberapa indikator yakni yakni tingkat pertumbuhan virus, tingkat kesiapan sistem kesehatan publik, dan kapasitas tes.

21 Mei 2020 19:36 WIB

Lapangan Monas
Lapangan Monas Dok. Jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah yang paling siap untuk pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut dilihat dari beberapa aspek, yakni tingkat pertumbuhan virus, tingkat kesiapan sistem kesehatan publik, dan kapasitas tes.

Berdasarkan sistem yang dibuat oleh Bappenas bersama dengan para ahli epidemiologi dan berdasar pada ketentuan WHO, tingkat penyebaran virus harus di bawah 1,0 untuk dapat dilonggarkan kebijakan pembatasan, karena angka tersebut menandakan adanya penurunan kasus. Sementara Rt di atas 1,0 mengindikasikan adanya pertumbuhan kasus COVID-19.

Berdasarkan data Bappenas, per tanggal 18 Mei 2020 tingkat pertumbuhan virus secara nasional masih berada di atas 1,0 dan hanya Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat yang memiliki tingkat pertumbuhan virus di bawah 1,0.


RS Darurat Covid-19 Berharap Kesadaran Masyarakat Putus Penyebaran Covid-19

Namun, wilayah tersebut harus terus mempertahankan kondisi tersebut selama setidaknya 14 hari sebelum pemerintah dapat mempertimbangkan kembali adanya kelonggaran PSBB.

“Sistem kesehatan dikatakan bagus sekali kalau kita punya kapasitas tempat tidur yang tersedia untuk melayani pasien COVID-19. Di DKI Jakarta mereka punya tempat tidur yang cukup untuk pasien COVID-19. Dokter dan perawat tidak terlalu berat bebannya dalam menerima pasien karena tersedia banyak tempat tidurnya, tersedia banyak tenaga medisnya, dan pengobatannya, dan juga sudah melakukan tes banyak," kata Suharso dikutip dari Antaranews pada Kamis (21/5).

Selain itu, DKI Jakarta juga telah memenuhi standar pemeriksaan COVID-19 yakni 1000 tes tiap satu juta penduduk. Di mana saat ini DKI Jakarta telah menggelar 5.500 tes tiap satu juta penduduk.

Suharso menyatakan DKI Jakarta akan dijadikan tolak ukur dalam penerapan kelonggaran PSBB untuk wilayah lain di Indonesia.

Sejumlah Mal Ramai Pengunjung Menjelang Lebaran, Politikus NasDem Pertanyakan Ketegasan Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia