logo


Muncul Tagar IndonesiaTerserah, Politikus PDIP: Harus Didengarkan Pemerintah

"Munculnya tagar Indonesia Terserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah. Tagar itu muncul setelah adanya fakta banyaknya orang antre berkerumun di Bandara Soekarno-Hatta untuk perjalanan keluar daerah," kata Muchamad Nabil H

21 Mei 2020 14:52 WIB

Tagar IndonesiaTerserah muncul di Twitter sebagai bentuk protes dari tenaga medis Indonesia atas sikap acuh pemerintah dan masyarakat terhadap protokol kesehatan di masa pandemi
Tagar IndonesiaTerserah muncul di Twitter sebagai bentuk protes dari tenaga medis Indonesia atas sikap acuh pemerintah dan masyarakat terhadap protokol kesehatan di masa pandemi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi Kesehatan DPR RI Fraksi PDIP, Muchamad Nabil Haroen, menyebut tagar IndonesiaTerserah yang sempat menjadi trending topik di Twitter akibat dari banyaknya potret sikap abai masyarakat terhadap aturan kebijakan dan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

"Munculnya tagar Indonesia Terserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah. Tagar itu muncul setelah adanya fakta banyaknya orang antre berkerumun di Bandara Soekarno-Hatta untuk perjalanan keluar daerah," ujar Nabil, Rabu (20/5).

Nabil mengatakan munculnya tagar tersebut menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah dan masyarakat terhadap langkah penanganan pandemi virus Corona Covid-19. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus menghargai perjuangan tenaga medis Indonesia yang berada di garis depan dalam upaya melawan Covid-19.


Menag Minta Umat Islam Tak Terima Tamu Waktu Lebaran, Salat Idul Fitri di Rumah Saja

"Jangan sampai perjuangan panjang selama ini sia-sia, karena kebijakan yang salah sasaran dan komunikasi antar kementerian maupun antar-pejabat yang tidak terpadu," kata Nabil.

Untuk itu, ia menyarankan pemerintah untuk melakukan investigasi yang lebih komprehensif sehingga semua hal dan penerapan kebijakan yang keliru dapat segera dibenahi sehingga masyarakat tidak bingung.

“Jadi, harus diletakkan pada konteks yang tepat. Saya sendiri melihat memang ada yang keliru, dan harus segera dibenahi dalam konteks itu," lanjutnya.

"Komunikasi mitigasi pandemi Covid-19 tidak komprehensif, dan fakta di lapangan menunjukkan itu," ujar Nabil.

 

Din Syamsuddin Minta Pemerintah Lebih Konsekuen dalam Melaksanakan Aturan PSBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia