logo


Bank Dunia Perkirakan 60 Juta Orang di Dunia Akan Jatuh Miskin Akibat Wabah Covid-19

David Malpass memprediksi wabah Covid-19 akan membuat perekonomian dunia mengalami resesi yang mengakibatkan krisis ekonomi di seluruh negara, dimana negara-negara miskin berada di situasi paling sulit

20 Mei 2020 21:14 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Bank Dunia David Malpass pada Selasa (19/5) mengeluarkan peringatan bahwa situasi krisis Covid-19 dapat membuat setidaknya 60 juta orang di seluruh dunia jatuh dalam jurang kemiskinan, sehingga membuat peningkatan yang terjadi dalam 3 tahun terakhir sirna.

Ia menyatakan bahwa pihaknya tengah mengantisipasi adanya 5 persen kontraksi perekonomian dunia tahun ini, yang jelas sangat berdampak pada negara-negara miskin.

“Estimasi yang kami buat mencapai 60 juta orang akan berada dalam jurang kemiskinan….dan kita juga memperkirakan adanya resesi ekonomi yang dalam,” ujar Malpass dalam sebuah konferensi yang digelar secara online, dikutip dari Jakarta Post pada Rabu (20/5).


Australia Segera Longgarkan Pembatasan Sosial, Warga Boleh Kunjungi Tempat Wisata

Sejauh ini, wabah virus Corona Covid-19 yang muncul pertama kali di China pada akhir tahun 2019 tersebut telah menginfeksi hampir 5 juta orang di seluruh dunia dimana lebih dari 300,000 diantaranya meninggal dunia.

Bank Dunia juga telah menghabiskan USD 5.5 Miliar untuk membantu negara-negara miskin dalam hal sistem kesehatan, layanan sosial dan bidang ekonomi.

Malpass menekankan bahwa upaya yang dilakukan oleh Bank Dunia tidak lah cukup, sehingga ia meminta negara-negara lain untuk membuka donasi bilateral kepada negara miskin dunia untuk memastikan pemulihan sektor ekonomi.

Malpass juga menyatakan bahwa sejauh ini 14 negara telah sepakat untuk menunda pembayaran utang dari negara lain, dimana 23 negara lainnya segera memberlakukan hal yang sama, dan 17 negara lain masih mempertimbangkannya secara serius.

“Hal tersebut sangat kami sambut baik dan merupakan respon positif yang sangat cepat atas komitmen negara-negara G20,” tukasnya.

Spanyol Pertimbangkan Adanya Perpanjangan Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia