logo


Spanyol Pertimbangkan Adanya Perpanjangan Lockdown

Pemerintah Spanyol berencana untuk meminta saran dan pendapat parlemen sebelum memperpanjang lockdown

20 Mei 2020 20:53 WIB

Ilustrasi Lockdown di Spanyol
Ilustrasi Lockdown di Spanyol chronicle live

MADRID, JITUNEWS.COM - Pemerintah Spanyol pada Selasa (19/5) mengatakan bahwa mereka akan meminta persetujuan dari parlemen untuk memperpanjang status darurat nasional hingga 7 Juni mendatang meski saat ini jumlah penambahan kasus baru virus Corona terus berkurang.

“Jika tak ada status keadaan darurat, kami tidak akan memiliki wewenang untuk membatasi pergerakan masyarakat,” ujar juru bicara pemerintah Maria Jeses Montero, dikutip dari Jakarta Post pada Rabu (20/5).

Spanyol diketahui telah menerapkan kebijakan lockdown secara nasional sejak 14 Maret 2020 silam dan aturan tersebut telah diperbarui sebanyak empat kali. Pemerintah sejauh ini juga tidak memperpanjang kebijakan tersebut.


Sekjend PBB Antonio Guterres Sebut Afrika Kemungkinan 'Selamat' dari Pandemi Covid-19

“Membatasi pergerakan, yang merupakan hak dasar, hanya dapat dilakukan dengan cara ini,” ujar Menteri Kesehatan Salvador Illa.

Pemerintah mengklaim langkah tersebut mampu secara efektif melawan ganasnya wabah Covid-19 dan berhasil menekan jumlah penambahan kasus baru, dimana pada Selasa (19/5) hanya terdapat 295 kasus, dengan 83 kematian.

Fernando Simon, Kepala Badan Penanganan Situasi Darurat kementerian Kesehatan mengatakan bahwa pihaknya berhasil melakukan diagnosa dan penanganan pasien kurang dari 48 jam. Sehingga ia optimis pihaknya mampu melacak dan mendeteksi kasus Covid-19 jika nantinya wabah kembali merebak.

Spanyol merupakan salah satu dari beberapa negara yang paling terdampak akibat wabah dengan jumlah kasus Covid-19 lebih dari 232 ribu dan lebih dari 27 ribu kematian.

Australia Segera Longgarkan Pembatasan Sosial, Warga Boleh Kunjungi Tempat Wisata

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×