logo


Salat Id Dilarang, Wasekjen MUI Protes

Zul menduga ada maksud lain di balik pelarangan Salat Id.

19 Mei 2020 16:50 WIB

Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain
Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain Dakwatuna.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyoroti langkah pemerintah yang mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kendati beberapa sektor sudah dibuka, ia menyayangkan tempat peribadatan yang masih belum boleh digunakan oleh umat beragama.

“Semua sudah dibuka. Tinggal Masjid dan Musala yang masih ditutup?” ujar Tengku Zul, seperti dilihat dari Twitternya, @ustadtengkuzul, Selasa (19/5).

Ia juga menduga ada maksud lain di balik pelarangan ibadah saat hari raya umat Islam nantinya.


Prihatin Habib Bahar Ditangkap Lagi, PA 212: Ini Satu Tindakan Kriminalisasi Ulama

“Sholat Ied pun dilarang dan tidak disenangi mereka? #IndonesiaTerserah (Boss)!” lanjut Zul.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang menjadi salah satu kegiatan yang dilarang. Setidaknya ada dua dasar aturan yang menjadi pegangan pemerintah untuk melarang masyarakat melaksanakan Salat Ied dengan keterlibatan orang banyak.

"Salat berjamaah di masjid atau Salat Ied di lapangan itu termasuk kegiatan yang dilarang oleh Permenkes Nomor 9 Tahun 2020. Itu tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Mahfud saat menyampaikan keterangan resminya melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

Warga Berjubel di Pusat Perbelanjaan, Kartika Putri: Apa Lebaran Itu Hanya Sebatas Mengenakan Pakaian Baru?

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex