logo


PBB Desak AS dan Rusia Segera Akhiri Konflik Suriah

Konflik Suriah bisa saja berakhir jika AS dan Rusia sepakat untuk mencoba menenangkan situasi

19 Mei 2020 15:15 WIB

Tentara AS di Suriah
Tentara AS di Suriah alwaght

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perwakilan PBB, yang menjadi mediator konflik di Suriah, mendesak Amerika Serikat dan Rusia untuk 'menenangkan' situasi di negara tersebut.

Kerasnya sikap rezim Presiden Bashar al-Assad pada pihak pro-demokrasi pada 2011 memicu sebuah perang saudara, dimana Moskow berada dibalik Assad, sementara Amerika Serikat mendukung pihak oposisi. Sejak saat itu, jutaan penduduk berusaha untuk melarikan diri dari negara tersebut, sedangkan jutaan lainnya harus rela kehilangan tempat tinggal.

Kekacauan situasi juga dimanfaatkan oleh kelompok militan ISIS untuk memperkuat jaringan dan pengaruhnya di Suriah.


Apple Segera Buka Kembali Toko Retail di 7 Negara Bagian AS Pekan Ini

Perwakilan PBB untuk Suriah Geir Pedersen, kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB, mengatakan bahwa

"Dengan adanya situasi yang tenang, dibawah ancaman wabah Covid-19 dan ISIS, dimana rakyat Suriah harus terus menderita, Saya ingin menegaskan bahwa kerja sama internasional yang telah diperbarui dan solid, yang mampu membangun rasa kepercayaan antara stakeholder internasional dengan rakyat Suriah...sangatlah penting," ujar Pedersen dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (19/5).

"Saya yakin dialog antara AS dan Rusia memegang peran penting (di Suriah), dan saya meminta mereka untuk segera melakukannya," imbuhnya.

Suriah bagian barat laut menjadi kawasan yang dikuasai oleh pihak pemberontak oposisi Al-Assad.

Di awal tahun 2020 lalu, Pihak pemerintah Al-Assad, yang mendapat dukungan dari Rusia dan Iran, diketahui telah melakukan serangan terhadap kawasan tersebut, dimana pertempuran kedua belah pihak mulai mereda pada Maret ketika Turki, yang mendukung pihak pemberontak, sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Rusia.

Spanyol Siap Sambut Kedatangan Turis Internasional pada Akhir Juni Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia