logo


Ada Celah Kurangi Defisit Anggaran BPJS

Mantan Anggota DPR RI menyarankan pemerintah untuk mengurangi peluang masyarakat dirawat ke rumah sakit

16 Mei 2020 11:04 WIB

Kartu BPJS Kesehatan
Kartu BPJS Kesehatan ist

JAKARTA, JITUNEWS. COM - Mantan Anggota DPR RI, Adjeng Ratna Suminar ikut berpendapat soal kebijakan pemerintah yang bakal menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai Juli 2020 nanti. Menurut Adjeng, masalah defisit anggaran BPJS Kesehatan memang perlu untuk dicarikan solusinya karena berkaitan dengan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Adjeng yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41, memahami maksud dari pemerintah yang ingin meningkatkan layanan kesehatan bila iuran BPJS dinaikkan. Apalagi defisit anggaran BPJS Kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Kenaikan defisit anggaran BPJS Kesehatan juga sejalan dengan kenaikan jumlah peserta BPJS yang semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit.


Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dinilai Sengsarakan Rakyat, PA 212 Akan Gugat Jokowi

"Sekarang masyarakat mudah mendapatkan akses ke rumah sakit. Terkadang kemudahan itu malah membuat masyarakat jadi manja. Sakit sedikit langsung ke RS, padahal penyakitnya bisa diatasi oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)," kata Adjeng kepada wartawan, Jumat (15/5).

Oleh sebabnya, untuk mengurangi defisit BPJS Kesehatan, Adjeng menyarankan pemerintah mencari cara untuk mengurangi peluang masyarakat dirawat ke rumah sakit. Cara yang paling umum dilakukan adalah memberikan edukasi dan sosialisasi tentang hidup sehat secara masif kepada masyarakat.

"Kita perlu membangun kesadaran untuk hidup sehat. Saat ini masyarakat belum teredukasi dengan baik mengenai pola hidup yang sehat, makan makanan yang bergizi dengan 4 sehat 5 sempurna," imbuh Adjeng.

Menurut Adjeng, saat ini banyak orang yang belum sadar bahwa kesehatan itu penting. Masih banyak juga yang malah melakukan olahraga atau menjaga kebugaran. Di level kelas menengah, banyak juga orang yang makan asal kenyang walaupun dengan menu yang tidak sehat.

Jika membandingkan dengan negara-negara maju, masyarakatnya sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat.

"Negara maju masyarakatnya sadar kesehatan. Itu sangat berpengaruh sekali terhadap beban layanan kesehatan. Aparatur negaranya pun selalu memberikan edukasi bagaimana pola hidup sehat," kata Adjeng menambahkan.

BPJS Kesehatan Naik Lagi, Fraksi PDIP: Rakyat Sangat Terjepit

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex