logo


Kebijakan Lockdown Seret Ekonomi Jerman Menuju Resesi

Menurunnya permintaan ekspor-impor dan daya beli masyarakat membuat Jerman kini tengah menghadapi krisis ekonomi

15 Mei 2020 19:20 WIB

Pekerja di sebuah pabrik mobil di Jerman
Pekerja di sebuah pabrik mobil di Jerman istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Kebijakan lockdown akibat pandemi Covid-19 yang diberlakukan oleh Jerman sejak pertengahan Maret 2020, berdampak buruk pada sektor bisnis dan penjualan retail.

Agen statistik Jerman mengatakan bahwa tingkat daya beli masyarakat turun tajam, termasuk permintaan peralatan industri, mesin dan kendaraan. Aktifitas ekspor dan impor juga anjlok secara drastis jika dibanding dengan kuartal keempat tahun 2019 lalu.

"Pembelanjaan yang dilakukan oleh pemerintah Jerman membuat sektor ekonomi sedikit lebih stabil sehingga mampu mencegah kontraksi ekonomi menjadi lebih parah," ujarnya dikutip dari laman dw.com pada Jumat (15/5).


Kamp Pengungsian Rohingya di Bangladesh Terpapar Virus Covid-19

Perekonomian Jerman selama ini tergantung pada sektor ekspor industri, yang merupakan salah satu sektor paling terdampak wabah Covid-19. Permintaan sektor indutri turun lebih dari 9% antara bulan Februari dan Maret 2020, yang merupakan penurunan terburuk sejak 1991.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekonomi Peter Altmaier mengatakan bahwa kontraksi ekonomi diprediksi meningkat pada kuartal kedua tahun ini, seiring tidak adanya indikasi perbaikan pada April.

Ekonomi Jerman tercatat mengalami kontraksi mencapai 2.2% pada kuartal pertama tahun 2020 ini, terburuk sejak krisis ekonomi 2008. Hal itu menunjukkan bahwa Jerman tengah menghadapi resesi ekonomi dimana apa yang terjadi pada kuartal pertama tahun ini menjadi indikasi seberapa buruk pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian Eropa secara umum.

Virus Corona Covid-19, Thai Airways Diambang Kebangkrutan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex