logo


Berhasil Atasi Wabah Covid-19, Australia Hadapi Tingginya Tingkat Pengangguran

Tingkat pengangguran di Australia usai menerapkan kebijakan lockdown akibat Covid-19 meningkat secara drastis, terparah sejak 1997

14 Mei 2020 15:47 WIB

Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran google

SYDNEY, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mewanti-wanti warganya untuk menguatkan diri atas kabar buruk yang terjadi seiring dengan kabar yang dirilis pada Selasa (12/5) lalu menunjukkan tingkat PHK di Australia meningkat tajam usai menerapkan kebijakan lockdown.

"Ini merupakan sebuah waktu yang keras bagi Australia, sangat keras," ujarnya dalam sebuah pertemuan yang disiarkan oleh televisi, dikutip dari Reuters pada Kamis (14/5).

"Sangat mengejutkan dan tidak diharapkan," imbuhnya.


Bincang Bisnis Online bank bjb Dorong UMKM Berdaya Saing di Tengah Pandemi

Data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik Australia menunjukkan bahwa sedikitnya ada 594,300 pekerja yang kehilangan pekerjaan pada bulan April lalu, tingkat pengangguran meningkat menjadi 6.2%, yang merupakan tertinggi sejak September 2015. Data tersebut belum mencakup mereka yang baru lulus dan tengah mencari pekerjaan.

"Tingkat pengangguran bisa jadi meningkat hingga 9.6%, tertinggi sejak tahun 1997 silam," ujar seorang petugas lembaga tersebut.

Selama terjadinya wabah Covid-19, Australia telah menerapkan kebijakan social distancing yang sangat ketat sejak Maret lalu, menutup semua wilayah perbatasan dan mengharuskan warga untuk tetap berada di rumah kecuali untuk kepentingan mendesak. Tempat hiburan seperti klub, arena olahraga, perpustakaan dan tempat-tempat umum lainnya ditutup dimana restoran dan cafe masih tetap diijinkan untuk beroperasi dengan layanan pesan antar. Pertokoan dan pusat bisnis lainnya juga terpaksa tutup akibat turunnya permintaan.

Pemerintah menyatakan jika kebijakan lockdown yang mereka tempuh telah berhasil menekan dan mengatasi laju penyebaran virus Covid-19. Buktinya, Australia hanya mencatat 7 ribu kasus Covid-19 dengan 98 kematian.

WHO Peringatkan Ada Potensi Krisis Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia