logo


Pandemi Corona, Berikut Tata Cara Salat Idul Fitri di Rumah

MUI keluarkan fatwa boleh Salat Idul Fitri di rumah

14 Mei 2020 13:01 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa untuk memperbolehkan Salat Idul Fitri di rumah selama pandemi corona. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.

"Fatwa ini sebagai jawaban sekaligus pedoman di dalam pelaksanaan Idul Fitri 1441 Hijriah untuk menjamin pelaksanaan ibadah secara benar di satu sisi sebagai cermin ketaatan terhadap Allah SWT," kata Asrorun Niam seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (14/5/2020).

"Di sisi lain untuk kepentingan menjaga kesehatan dan mencegah penularan Covid-19 agar bisa terkendali serta segera diangkat oleh Allah SWT," imbuhnya.


Warga 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas, Wasekjen MUI: Lebih Berharga Duit dari Nyawa?

Berdasarkan fatwa MUI, berikut tata cara Salat Idul Fitri di rumah:

1. Melafalkan niat Salat Idul Fitri

"Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

2. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sembari mengangkat kedua tangan.

3. Membaca doa iftitah.

4. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

" Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaha illaallahu waallahu akbar,"

5. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surat yang pendek dari Alquran.

6. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi.

7. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca:

" Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaha illaallahu waallahu akbar,"

8. Membaca Surah al-Fatihah, kemudian membaca surat yang pendek dari Alquran.

9. Ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.

10. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khotbah Idul Fitri.

Adapun panduan khotbah Idul Fitri, sebagai berikut:

1. Khotbah Idul Fitri dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

2. Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca: "Alhamdulillah"
c. Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca: "Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammad"
d. Berwasiat tentang takwa
e. Membaca ayat Alquran

3. khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca: "Alhamdulillah"
c. Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca: "Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammad"
d. Berwasiat tentang takwa
e. Mendoakan kaum Muslim

Asrorun Niam menjelaskan bahwa Salat Idul Fitri bisa dilakukan secara berjemaah maupun sendiri. Apabila dilakukan secara berjemaah minimal 4 orang, 1 sebagai imam dan 3 lainnya menjadi makmum.

Ia juga menambahkan jika jemaah kurang dari empat atau pelaksana salat jemaah di rumah tidak memiliki kemampuan untuk berkhotbah, maka tidak melakukan khotbah tidak apa-apa. Begitu juga dengan salat sendiri maka tidak wajib menggunakan khotbah.

 

Bagaimana Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona? Muhammadiyah Akan Keluarkan Fatwa

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex