logo


Tak Sepakat PA 212, Gerindra DKI: Sebaiknya Masjid Ditutup Hingga Penyebaran Covid-19 Melandai

Penerapan protokol pencegahan corona di masjid dinilai sulit untuk dilakukan

14 Mei 2020 06:30 WIB

Ilustrasi masjid sepi
Ilustrasi masjid sepi Kumparan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menilai pemerintah tak adil dengan memberikan relaksasi bagi dunia transportasi, tapi tidak dengan kegiatan agama. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah untuk melonggarkan aturan beribadah di masjid di tengah pandemi Covid-19.

Dalam hal ini, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI Rani menyatakan kurang sependapat dengan pernyataan PA 212. Menurutnya, aturan pemerintah mengenai peniadaan sementara kegiatan ibadah di tempat peribadatan lebih baik tetap diteruskan.

"Di satu sisi saya merasa sebaiknya sementara tetap ditutup sampai masa penyebaran Covid-nya benar-benar melandai," kata Rani, sebagaimana dilansir dari Kumparan pada Kamis (14/5).


TKA China Masuk RI, Denny Siregar Minta Masyarakat Berlapang Dada, "Kita Hanya Menang di Kekayaan Alam Saja"

Alasannya, lanjut Rani, penerapan protokol pencegahan corona di masjid sangat sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhi aturan tersebut demi kebaikan bersama.

"Tapi kalau mengingat kewajiban ibadah terkadang hati kecil merasa masa urusan ibadah jadi terkalahkan. Apa mungkin bisa diatur jarak salatnya, tapi kalau menurut syariahnya kan saf itu harus rapat. Sangat dilematis," tutur Rani.

"Jadi kalau menurut saya sebaiknya kita ikuti aturan pemerintah saja sementara waktu demi keselamatan bersama," tukasnya.

Transportasi Dilonggarkan Masjid Ditutup, PA 212: Hati-hati! Urusan Agama Sangat Sensitif

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex