logo


Transportasi Dilonggarkan Masjid Ditutup, PA 212: Hati-hati! Urusan Agama Sangat Sensitif

PA 212 menilai ada diskriminasi kebijakan

14 Mei 2020 05:15 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pemerintah mengatakan bakal mengizinkan transportasi umum untuk beroperasi kembali meski di masa pandemi Covid-19. Kementerian Perhubungan melonggarkan aturan penghentian operasi berbagai moda transportasi yang diberlakukan sejak 24 April 2020.

Menanggapi kebijakan tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengkritik pemerintah yang tak mencabut larangan masyarakat beribadah di rumah peribadatan, seperti di masjid.

Ketua PA 212 Slamet Maarif mendesak Menag untuk segera bertindak sebelum umat Islam memprotes kebijakan baru tersebut.


Bangun Masjid Kedua, Atta Halilintar: Haruskah Diposting Supaya Kalian Berhenti Memaki Saya?

"Menag harus segera ambil langkah cepat serta mengkomunikasikannya dengan pihak terkait, terutama MUI. Sebab kalau tidak, ini bisa jadi bom waktu," kata Slamet, seperti dikutip dari kumparan, Kamis (14/5).

Slamet menilai adanya ketimpangan atas kebijakan yang dibuat. Hal itu terkait pembukaan berbagai sektor transportasi dan pusat perbelanjaan, sedangkan tempat ibadah masih ditutup.

"Karena merasa ada diskriminasi kebijakan, penerbangan buka, bandara buka, transportasi longgar, mal buka, dan lainnya. Sementara tempat ibadah ditutup, ibadah diawasi, kacau ini," tambahnya.

Slamet meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang menyangkut soal keagamaan karena dinilai sangat sensitif.

“Hati hati kalau menyangkut urusan agama ini sangat sensitif,” pungkasnya.

Desak Menag Agar Tempat Ibadah Dibuka, PA 212: Kalau Tidak Bisa Jadi Bom Waktu

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex