logo


Olympiade Ditunda, Atlet Anggar Jepang Alih Profesi Jadi Tukang Antar Makanan

Ryo Miyake mengayuh sepeda untuk mengantarkan makanan setelah ia bergabung dengan UberEats

13 Mei 2020 19:14 WIB

Atlet Anggar Jepang, Ryo Miyake beralih profesi sebagai pengantar makanan lewat aplikasi UberEats
Atlet Anggar Jepang, Ryo Miyake beralih profesi sebagai pengantar makanan lewat aplikasi UberEats reuters

TOKYO, JITUNEWS.COM - Dengan ditundanya Olimpiade Tokyo karena pandemi Covid-19, seorang atlet anggar Jepang, Ryo Miyake, mengganti topeng besi dan peralatannya dengan sebuah sepeda kayuh dan tas punggung sebagai pengantar makanan Tokyo UberEats.

Atlet 29 tahun yang telah memenangkan medali perak pada Olympiade London 2012 silam mengatakan bahwa pekerjaan yang kini ia jalani itu membuat kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga, dan tentunya memberikan tambahan pemasukan yang ia perlukan untuk bertahan hidup.

"Saya memulainya dengan dua alasan, yakni menabung untuk perjalanan kompetisi di masa depan dan menjaga kondisi fisik saya tetap terjaga," ujarnya dilansir dari Reuters pada Selasa (13/5).


Hari Pertama Dilonggarkan Pembatasan, Transportasi Umum di Inggris Penuh Sesak

"Saya dapat melihat berapa banyak uang yang telah saya kumpulkan melalui telepon saya, namun angka tersebut bukan sekedar uang bagi saya. Itu adalah skor yang membuat saya terus maju," imbuhnya.

Seperti atlet-atlet lainnya, Miyake juga belum mengetahui kapan jadwal latihan dan turnamen dan ajang olahraga akan segera digelar.

"Saya tidak tahu kapan jadwal latihan dan turnamen selanjutnya akan digelar. Saya juga tidak tahu apakah saya bisa menjaga kondisi mental dan motivasi hingga tahun depan," kata Miyake.

Sementara itu, Miyake mengaku sangat menikmati profesi barunya sebagai pengantar makanan. Ia menganggap apa yang ia lakukan sebagai menu latihannya.

"Ketika saya mendapat pesanan ke wilayah bukit Akasaka, kawasan Roppongi (tengah kota), hal itu menjadi latihan yang bagus," tukasnya sembari tersenyum.

'Pengalaman' Sektor Industri Film Dewasa Bisa Bantu Hollywood Adaptasi dengan Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia