logo


Kebijakan soal Covid-19, Pengusaha: Kita Tak Mau Ketidakpastian

Kebijakan yang dibuat sebaiknya tak menimbulkan kebingungan bagi pengusaha

13 Mei 2020 04:30 WIB

Penerapan PSBB di Jalan Tol di wilayah Jabodetabek
Penerapan PSBB di Jalan Tol di wilayah Jabodetabek rilis PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo membocorkan perihal skenario pemerintah yang akan mempersilakan masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas di tengah wabah Covid-19.

"Ini harus dilihat konteksnya pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 pada pasal 13. Ada 11 bidang kegiatan yang bisa diizinkan. Nah kenapa kita menganjurkan para pimpinan di perusahaan di kantor memberikan prioritas kepada kelompok usia tersebut," kata Doni usai rapat terbatas evaluasi pelaksanaan penerapan PSBB via konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5).

Terkait hal tersebut, sejumlah pengusaha mengaku saat ini kesulitan dalam cashflow, di antaranya adalah biaya operasional dan terbebani gaji beserta tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai tanpa ada kegiatan bisnis.


Ventilator Rusak dan Terbakar, 5 Pasien Covid-19 di Rusia Tewas

Sebagai catatan, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta pemerintah untuk memerhatikan potensi kenaikan pasien positif corona. Lebih dari itu, kebijakan yang dibuat sebaiknya tak menimbulkan kebingungan bagi pengusaha.

"Pemerintah harus pastikan bahwa ketika ada kelonggaran PSBB, indikator harus jelas bahwa penurunan positif itu. Kita nggak mau ketidakpastian, baru seminggu dua minggu, tiba-tiba bikin PSBB lebih besar," kata Sarman, dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (13/5).

Sarman berpendapat, pemerintah harus mengevaluasi secara detail dan mematangkan rencana mengenai waktu, dalam hal ini bulan Juli, sudah pantas untuk melonggarkan PSBB.

Pasalnya, ujar dia, saat pemerintah sudah memutuskan untuk membuka PSBB, maka dunia usaha akan kembali memasang sejumlah target dalam usahanya.

"Ketika dunia usaha respons, Oh ini dunia usaha mulai kembali. Berarti ada target dong, target kerja ada. Kemudian pekerja punya harapan, dua bulan kerja saya dapat THR ini yang kemarin tertunda," jelasnya.

"Jadi maksud saya lebih cepat lebih baik bagi pengusaha, tapi harus diiringi evaluasi pemerintah mengenai tren ini akan menurun dan pemerintah siapkan infrastruktur untuk monitor, patroli pelaksanaan protokol kesehatan," sambung Sarman.

Dukung Pemerintah Longgarkan Aturan Pencegahan Covid-19, Denny Siregar: Mau Berapa Lama Kita Harus Hidup dalam Ketakutan?

Halaman: 
Penulis : Iskandar