logo


Dukung Pemerintah Longgarkan Aturan Pencegahan Covid-19, Denny Siregar: Mau Berapa Lama Kita Harus Hidup dalam Ketakutan?

Denny menyebutkan bahwa saat ini statistik orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lebih banyak dari pasien positif corona.

13 Mei 2020 03:00 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti ambruknya sektor ekonomi Indonesia akibat Covid-19. Dia mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang melonggarkan aturan pencegahan corona agar pergerakan ekonomi bisa berjalan normal.

“Para pengusaha di Indonesia bahkan sudah warning, mereka hanya bisa bertahan terakhir di bulan Juni. Kalau Juni mal-mal masih tutup, kantor-kantor enggak boleh kerja maka banyak perusahaan bangkrut. Dan untuk menyelamatkan keuangan banyak perusahaan itu, butuh dana ribuan triliun rupiah. Hancurlah kita,” kata Denny, seperti dikutip dari Tagar pada Rabu (13/5).

Menurut Denny, masyarakat mesti memahami keputusan Jokowi dalam melonggarkan ikatan dari ketakutan terhadap virus corona. Sebab, ujar dia, rakyat tidak bisa hidup dalam ketakutan terus dan harus mulai bergerak untuk melancarkan nadi perekonomian kembali.


Warga 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas, Wasekjen MUI: Lebih Berharga Duit dari Nyawa?

“Itulah kenapa transportasi publik setahap demi setahap dibuka. Juni sekolah-sekolah harus kembali beraktivitas. Kantor mulai bergerak,” lanjutnya.

Denny tak memungkiri jika pernyataan Ketua Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo tentang warga yang berusia di bawah 45 tahun boleh kembali beraktivitas mendapat respons negatif dari sejumlah kalangan.

Namun, Denny menyebutkan bahwa saat ini statistik orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lebih banyak dari pasien positif corona.

“Percayalah. Lebih mengerikan melihat statistik jumlah orang yang kena PHK, daripada statistik jumlah orang positif corona sekarang ini. Yang ribut biasanya kelas menengah yang hidup ketakutan meski masih bisa makan, tapi kelas bawah perut laparnya enggak akan bisa ditahan,” tukas Denny.

Dia pun sepakat terhadap lontaran kalimat Jokowi yang meminta masyarakat agar berdamai dengan corona.

“Ya mau tidak mau, kita harus realistis dan menatap ke depan bahwa kita sekarang harus membangun benteng-benteng besar supaya tsunami resesi tidak masuk ke halaman, daripada sibuk mengutuk gempa corona yang kemarin datang,” jelasnya.

“Memangnya mau berapa lama lagi kita harus hidup dalam ketakutan?” sambung Denny.

Ventilator Rusak dan Terbakar, 5 Pasien Covid-19 di Rusia Tewas

Halaman: 
Penulis : Iskandar