logo


Pakar Sebut Tak Ada yang Tahu Jumlah Kasus Covid-19 Sebenarnya di Jepang

Hal itu sebagai kritik terhadap rendahnya tingkat tes Covid-19 di Jepang

12 Mei 2020 18:41 WIB

kompas internasional

TOKYO, JITUNEWS.COM - Jepang telah melaporkan 16,500 kasus positif Covid-19 pada Minggu (10/5), dengan angka kematian mencapai 670. Kendati demikian, sejumlah pakar mengkritik bahwa angka tersebut belum mewakili jumlah kasus sebenarnya, yang kemungkinan bisa 10 kali lebih besar dari data tersebut. Mereka juga mengecam rencana Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang akan melonggarkan kebijakan lockdown.

Dari data yang dihimpun oleh tim dari Universitas Oxford, tingkat pemeriksaan virus Corona Covid-19 di Jepang sejauh ini hanya 1.6 tes tiap 1,000 warga, dibanding Korea Selatan 12.95, Jerman dengan 32.89, dan Selandia Baru 39.47.

Shigeru Omi, seorang pakar kesehatan di Jepang, menyebut bahwa tidak ada satu pun pihak yang mngetahui secara pasti jumlah sebenarnya kasus positif Covid-19 di Jepang. Hal tersebut ia sampaikan sebagai kritik atas rendahnya tingkat pemeriksaan atau tes Covid-19 di negara tersebut.


Ribuan Pasukan Militer Brazil Dikerahkan Amankan Amazon dari Deforestasi

"Jumlah kasus sebenarnya tentu lebih besar dari yang dilaporkan. Namun, tidak seorang pun yang mengetahui apakah jumlah sebenarnya 10, 12 atau 20 kali lipat dari data yang dilaporkan," tegasnya.

Minggu lalu, PM Jepang Shinzo Abe memutuskan untuk memperpanjang status darurat Covid-19 secara nasional hingga akhir Mei 2020. Namun, pemerintah juga berencana untuk memutuskan apakah mereka akan melonggarkan pembatasan sosial pada Kamis (14/5). Pemerintah juga belum membahas berapa banyak tes yang diperlukan oleh Jepang sebelum melonggarkan pembatasan sosial yang tengah diberlakukan.

Ada Kluster Baru Covid-19, Wuhan Segera Gelar Tes Massal ke Seluruh Warga

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia