logo


Peringatkan Menag Soal Relaksasi Tempat Ibadah, MUI: Tanpa Basis Data Itu Bahaya

Menag usul relaksasi tempat ibadah di tengah pandemi corona

12 Mei 2020 15:57 WIB

Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Agama Fachrul Razi mengusulkan ide relaksasi tempat ibadah di tengah pandemi corona. Menurutnya, relaksasi tempat ibadah bisa diterapkan apabila relaksasi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah diterapkan sebagaimana yang disampaikan Menko Polhukam Mahfud Md.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Cholil Nafis mengingatkan Menag untuk tidak merelaksasi tempat ibadah terlebih dhulu.

"Ya kalau pandemi masih ada, jangan lah, kan kita physical distancing. Sebenarnya kita ini nggak ada persoalan relaksasi rumah ibadah, tapi memastikan datanya sudah beres atau tidak," kata Cholil seperti dilanisr detikcom, Selasa (12/5/2020).


Presiden Jokowi: Pelonggaran PSBB Agar Dilakukan Hati-hati dan Tidak Tergesa-gesa

Cholil meminta pemerintah memetakan dulu wilayah mana saja yang termasuk zona merah. Ia tidak ingin kebijakan yang diambil justru merugikan masyarakat.

"Ya menurut saya pertama dipastikan datanya karena kalau kita bikin kebijakan tidak berbasis data itu bahaya. Saya sudah berkali-kali sampaikan pertama BNPB atau gugus tugas itu yang tanggung jawab memberikan data mana wilayah yang merah, mana yang masih hijau itu harus dibuka ke publik," ujarnya.

Soal Relaksasi Tempat Ibadah, Gugus Tugas Sebut Tergantung Covid-19 Masih Berbahaya Tidak

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex