logo


Ingatkan Pengusaha Bayar THR H-7 Lebaran, Menaker: Jika Terlambat Dikenai Sanksi

Menaker telah menerbitkan Surat Edaran terkait THR di tengah pandemi corona

12 Mei 2020 09:45 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM-  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) tahun 2020 di tengah pandemi corona. Ia mewajibkan pengusaha untuk membayarkan THR maksimal H-7 lebaran.

"THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," kata Ida dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2020).

Ida pun menjelaskan bahwa pengusaha yang tidak membayarkan THR akan diberi sanksi, baik sanksi administratif maupun penghentian izin usaha. Sedangkan yang terlambat membayarkan THR akan di denda.


Sebelum Lebaran, RS Akademik UGM Rampung Dibangun

"Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai sanksi admistratif hingga penghentian sebagian usaha," ujar Ida.

Meski demikian, tetap ada kelonggaran pembayaran THR bagi pengusaha yang tidak mampu maupun setengah mampu. Namun bagi yang mampu wajib membayar dengan ketentuan yang ada.

 

Beda dengan Pemerintah Pusat, Anies Klaim Kasus Covid-19 di DKI Capai 80 Ribu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×