logo


Beda dengan Pemerintah Pusat, Anies Klaim Kasus Covid-19 di DKI Capai 80 Ribu

Anies menyebutkan jumlah kasus Covid-19 merujuk pada layanan pemakaman

12 Mei 2020 09:30 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan bahwa jumlah kasus Covid-19 di DKI lebih besar dari jumlah kasus yang diumumkan oleh pemerintah pusat. Jumlah kasus yang disampaikan pemerintah pusat adalah jumlah kasus berdasarkan hasil tes Covid-19.

"Ada dua hal yang berbeda di sini, yakni kasus Covid-19 dan hasil tes. Apa yang disampaikan ke publik adalah hasil tes. Soal jumlah kasus yang sebenarnya saya merujuk ke layanan pemakaman," kata Anies saat diwawancarai The Sidney Morning Herald, James Massola yang ditayangkan di akun YouTube Pemprov DKI, Senin (11/5/2020).

Anies mengklaim bahwa jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 40 ribu hingga 80 ribu kasus. Pasalnya terdapat lonjakan angka pemakaman bulan Februari hingga Maret dan terjadi lonjakan drastis pada bulan April.


Kurangi Pengangguran, Kementerian PUPR Perluas Cakupan Layanan Program Padat Karya di 2.865 Lokasi

"Bila CFR (case fatality rate/tingkat kematian) antara 5% sampai 10%, maka kasus yang sebenarnya mencapai 8 ribu atau 9 ribu. Oh, maaf, mungkin 40 ribu hingga 80 ribu," ujar Anies.

Anies menjelaskan bahwa CFR diperoleh dari pembagian jumlah kematian dengan angka kasus. Ia mengasumsikan sekitar 4 ribu pemakaman sebagai kasus Covid-19. Apabila CFR nya 5% maka kasus Covid-19 sebenarnya adalah 80 ribu. Pasalnya 5% dari 80 ribu adalah 4 ribu.

Sebelum Lebaran, RS Akademik UGM Rampung Dibangun

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex