logo


Hati-hati! Pengusaha Tak Bayar THR Bisa Kena Sanksi

Kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 6/2016 tentang THR.

12 Mei 2020 03:45 WIB

Menaker Ida Fauziyah
Menaker Ida Fauziyah Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memastikan tak akan segan untuk memberi sanksi bagi pengusaha yang tidak memenuhi kewajibannya dalam memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan paling lambat 7 hari sebelum hari raya.

Kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 6/2016 tentang THR.

"Pengusaha yang terlambat membayar THR kepada pekerja/buruh dikenai denda (5%), sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha," kata Ida melalui keterangan resmi, Senin (11/5).


Pandemi Corona, Pemerintah Izinkan Pengusaha Tunda dan Cicil THR

Sebelumnya, Ida telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor: M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Surat edaran itu, memberi kesempatan bagi pengusaha untuk menunda atau mencicil THR di tengah masa corona. Selain itu, para Gubernur seluruh Indonesia diminta untuk memastikan perusahaan membayar THR Keagamaan kepada pekerja sesuai ketentuan.

"Semangat surat edaran ini memang mendorong dialog untuk mencapai kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bila ada pengusaha yang tak mampu membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan," tukasnya.

Minta Perusahaan Tetap Beri THR, Khofifah: Pandemi Covid-19 Jangan Dijadikan Alasan

Halaman: 
Penulis : Iskandar