logo


Minta Perusahaan Tetap Beri THR, Khofifah: Pandemi Covid-19 Jangan Dijadikan Alasan

THR adalah hak bagi setiap pekerja

11 Mei 2020 03:45 WIB

Khofifah Indar Parawangsa
Khofifah Indar Parawangsa liputan6.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan kepada seluruh perusahaan agar tetap melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya, kendati di tengah pandemi Covid-19.

"Jangan sampai karena pandemi covid-19 dijadikan alasan perusahaan untuk tidak melaksanakan kewajibannya. THR adalah hak bagi setiap pekerja," ucap Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya, dilansir dari Tagar, Minggu (10/5).

Menurut Khofifah, ada aturan yang semestinya ditaati oleh pengusaha terhadap karyawannya. Seperti bagi Pekerja Dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau pekerja tetap. Karyawan yang terkena PHK sebulan sebelum perayaan Idul Fitri, maka ia tetap berhak menerima THR.


Petugas Medis di Jepang Hadapi Diskriminasi di Tengah Wabah Covid-19

Sebaliknya, lanjut dia, Pekerja Dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang telah di PHK sebelum hari raya, maka tidak memperoleh THR.

"Wajib hukumnya perusahaan beri THR kepada seluruh pekerja atau buruh yang masih aktif bekerja, dirumahkan, bahkan yang dalam proses PHK," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut, Menaker memberikan dua opsi bagi perusahaan yang tak mampu membayarkan THR kepada pekerjanya.

Pertama, pembayaran THR secara bertahap bagi perusahaan yang tidak mampu membayar penuh. Kedua, bagi perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR sama sekali diperkenankan untuk menunda pembayaran hingga waktu sesuai kesepakatan.

Pemerintah Pusat dan Provinsi Bersinergi Salurkan Bansos di DKI Jakarta

Halaman: 
Penulis : Iskandar