logo


Petugas Medis di Jepang Hadapi Diskriminasi di Tengah Wabah Covid-19

Sejumlah petugas kesehatan di Jepang menghadapi sejumlah diskriminasi dari masyarakat di tengah wabah Covid-19

10 Mei 2020 19:09 WIB

kompas internasional

TOKYO, JITUNEWS.COM - Wabah Virus Corona Covid-19 di Jepang tak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan dan perekonomian saja namun juga meningkatkan persoalan sosial yakni diskriminasi dan perundungan terhadap mereka yang sakit dan keluarganya serta para petugas kesehatan.

Sebuah kampanye pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan tampak cukup membantu, setidaknya terhadap petugas medis. Namun, hal tersebut tak mampu membendung tindak pelecehan dan perundungan terhadap mereka yang hendak memeriksa dan mencari pertolongan medis.

Salah seorang warga, Arisa Kadono, terbukti terinfeksi Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit, salah seorang rekannya mengedarkan rumor yang menyebut jika sebelum dinyatakan terinfeksi Covid-19, Kadono sempat melakukan kontak dengan seorang pemain baseball ternama yang terinfeksi virus tersebut. Arisa juga dituding telah kabur dari rumah sakit dan menyebarkan virus ke orang-orang.


Gubernur New York Diam-diam Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga Juni

"Itu merupakan tindakan kriminal," ujar Kadono dirumahnya usai menjalani tiga minggu perawatan intensif di rumah sakit, dilansir dari South China Morning Post pada Minggu (10/5).

Selain demam dan kehilangan indra penciuman, Kadono tidak mengalami gejala lain saat ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Banyak orang lainnya yang juga menghadapi diskriminasi dan tuduhan," ujar Kadono.

"Saya sangat ingin untuk mengubah kecenderungan masyarakat untuk tidak menyalahkan mereka yang terinfeksi," imbuhnya.

Seorang perawat yang membawa seorang anaknya ke sebuah taman di Tokyo dikabarkan didekati oleh beberapa warga, mereka meminta perawat tersebut untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Beberapa perawat lain juga menceritakan bahwa mereka juga tidak diterima untuk berkunjung ke restoran tempat mereka biasa makan, dan mendapat penolakan dari sopir taksi.

"Kami memahami jika masyarakat sangat takut, namun para pekerja kesehatan telah melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah penularan virus tersebut saat di rumah sakit," ujar Toshiko Fukui, kepala Asosiasi Perawat Jepang.

"Kami tidak menginginkan sesuatu yang spesial, sebuah ucapan terima kasih sudah cukup untuk meningkatkan motivasi kami," lanjutnya.

Bukan Wabah Covid-19 yang Menutup Pantai Ini, Namun Serangan Ikan Hiu

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia