logo


Penjualan Menu Sarapan Turun Drastis, Restoran Cepat Saji AS Jadi Sektor Paling Terdampak

Wabah Covid-19 memaksa orang-orang untuk tetap berada di rumah. Hal tersebut tentu berdampak terhadap penjualan menu sarapan di restoran cepat saji

10 Mei 2020 15:15 WIB

Makanan Cepat Saji
Makanan Cepat Saji Okezone

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Tahun 2019 lalu, berbagai perusahaan jaringan restoran besar di AS melakukan segala upaya mereka dalam menyediakan menu sarapan.

Perusahaan seperti McDonald, Wendy's, hingga Dunkin telah menginvestasikan anggaran dalam jumlah besar untuk hal tersebut. Mereka melakukan pengujian menu sarapan mulai dari sandwhiches ayam hingga pilihan berbagai macam olahan sayuran.

Namun, dengan situasi masyarakat yang tetap berada di rumah untuk mencegah tertular wabah Covid-19, industri restoran cepat saji menjadi salah satu segmen ekonomi paling terdampak.


Obama Sebut Cara Penanganan Wabah Covid-19 ala Trump sebagai Bencana Kekacauan

CEO McD, Chris Kempczinski, mengatakan bahwa penjualan menu sarapan telah 'jatuh' dibanding dengan menu lainnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Jose Cil, CEO beberapa brand internasional seperti Burger King, Popeyes and Tim Hortons. Ia mengatakan bahwa penjualan menu sarapan telah mengalami penurunan tajam, dimana menu makan siang dan malam masih menunjukkan peningkatan.

Penjualan menu sarapan yang sangat rendah menjadi sebuah permasalahan pada industri makanan cepat saji, dimana mereka sebelumnya berjuang untuk mempertahankan pelanggan sebelum wabah Covid-19 melanda.

"Kerugian dalam penjualan menu sarapan adalah sebuah hantaman yang keras, yang akan berdampak serius terhadap keseluruhan tingkat penjualan waralaba tersebut," kata Sara Senatore, seorang analis dikutip dari CNN pada Minggu (10/5).

Ia mengatakan bahwa sebelum pandemi melanda, menu sarapan pagi menyumbang 25 persen penjualan McDonald dan 40 persen keuntungan mereka.

Soal Pembukaan Kembali Ekonomi AS di Tengah Pandemi, Antara Pilpres dan Isu Kesehatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia