logo


Aksi Corat-coret Tak Senonoh Pelajar SMA di Riau, DPR Desak Pemprov Riau Minta Maaf

Menurutnya kasus tersebut sangat memalukan, terlebih sampai direspon oleh akun resmi Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

5 Mei 2020 21:26 WIB

Aksi Corat Coret Seragam Pasca Pengumuman Kelulusan di Kapubaten Rokan Hulu, Riau
Aksi Corat Coret Seragam Pasca Pengumuman Kelulusan di Kapubaten Rokan Hulu, Riau istemewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPR RI, Achmad mendesak Pemerintah Provinsi Riau dan Pemda Rokan Hulu segera meminta maaf kepada masyarakat terkait beredarnya video aksi corat-coret merayakan kelulusan yang dilakukan pelajar SMA I di Kecamatan Kunco Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Menurutnya kasus tersebut sangat memalukan, terlebih sampai direspon oleh akun resmi Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Ini sangat memalukan sekali. Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan harus meminta maaf kepada publik secara luas atas kejadian ini. Tidak bisa hanya siswanya saja," ujar Achmad dalam siaran pers yang diterima JITUNEWS.COM, Selasa (5/5/2020).


Aksi Coret-coret Pelajar SMA di Riau, Ahmad Basarah: Pendidikan Pancasila Wajib Dimasukkan Kembali

Achmad mengungkapkan bahwa dirinya sangat kesal melihat kelakuan para generasi muda di daerah yang pernah ia pimpin selama sepuluh tahun tersebut. Dia menilai Pemda Rokan Hulu gagal dalam merangkul generasi muda.

“Miris saya melihatnya. Saya sepuluh tahun jadi bupati, tapi tak pernah kejadian seperti ini. Ini tidak terlepas dari peran Pemda dalam merangkul generasi muda. Kalau seperti ini mau jadi apa negeri ini?," tuturnya.

Politisi Demokrat itu menuturkan, pengawasan terhadap aksi sekelompok siswa yang merayakan kelulusan sekolah tersebut tidak terlepas dari campur tangan Pemda Rokan Hulu ditengah merebaknya virus Covid-19 dan juga bulan suci Ramadhan.

“Kelemahan Pemda jelas, apa lagi ini bulan suci Ramadhan dan juga masa pandemi Covid-19 dimana pergerakan kita sangat diawasi," kata Achmad.

"Ini sangat memalukan sekali. Sedih saya kenapa harus terjadi di negeri dengan julukan Seribu Suluk itu. Saya sepuluh tahun memimpin tidak pernah terjadi," imbuhnya.

Achmad menyebut, Dinas Pendidikan Provinsi Riau harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut karena gagal membuat siswa disiplin.

Disisi lain, Pemda Rokan Hulu juga harus bertanggung jawab secara moral karena kejadiannya ini terjadi di wilayah Rokan Hulu.

"Mereka harus bertanggung jawab tidak bisa mendidik anak disiplin, padahal itu wewenang mereka," pungkasnya.

DPR: Pendidikan Vokasi Belum Jawab Kebutuhan Industri

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar