logo


Harga BBM Tak Bisa Turun di Tengah Harga Minyak Fluktuatif

Pertamina secara bisnis terdampak disisi hulu, tapi tidak di sisi midstream dan downstream

4 Mei 2020 12:52 WIB

Kesiapan BBM pada Satgas Ramadan, Idul Fitri dan Covid-19 (Rafico) di wilayah Bekasi dan Purwasuka
Kesiapan BBM pada Satgas Ramadan, Idul Fitri dan Covid-19 (Rafico) di wilayah Bekasi dan Purwasuka Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sikap PT Pertamina (Persero) yang belum menurunkan harga BBM subsidi di tengah harga minyak dunia yang anjlok bahkan minus dinilai masuk akal mengingat Pertamina terikat dengan beragam regulasi. Salah satunya terkait regulasi harga BBM dari pemerintah hingga soal operasional kilang dan sumur minyak.

Dengan harga minyak mentah yang mengalami penurunan, Pertamina secara bisnis terdampak disisi hulu, tapi tidak di sisi midstream dan downstream. Tetapi kondisi downstream Pertamina ini tidak dalam kondisi normal, dikarenakan permintaan atas konsumsi BBM juga mengalami penurunan.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menyampaikan, menentukan harga jual BBM tidak hanyak dari harga minyak mentah tapi juga biaya operasional bisnis, dll. Ini perlu dipertimbangkan agar kegiatan bisnis tetap berjalan normal.


Satgas Rafico, Pertamina MOR III Pastikan Keamanan Pasokan LPG dan BBM di Bekasi dan Purwasuka

Bahkan, harga jual BBM Pertamina saat ini dari pembeliaan dua tiga bulan lalu. Alhasil tidak bisa dilihat satu variabel saja. Jadi, harus melihat keseluruhan dari unit bisnis yang dijalankan Pertamina. Termasuk di antaranya, bahwa biaya yang dikeluarkan Pertamina juga sangat besar. Hal ini terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan sulit.

“Kita tidak bisa membandingkan harga BBM di Indonesia dan Malaysia. Luas wilayah berbeda, biaya distribusi juga berbeda. Jadi, banyak biaya variabel yang dikeluarkan,” kata Mamit, dalam Siaran Pers, Senin (4/5).

Berbagai faktor tersebut, menurut Mamit, tentu memperberat kondisi Pertamina. Terlebih saat ini permintaan BBM juga menurun jauh. Hal ini juga berbeda dibandingkan dengan pemain swasta lain, sehingga butuh banyak pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Di sisi lain Mamit mengingatkan, bahwa Pertamina sebenarnya juga sudah menurunkan harga BBM nonpenugasan pada Februari lalu.

Hulu Migas khususnya Pertamina memiliki biaya-biaya yang dibebankan oleh Pemerintah. Dalam kondisi penanganan waban covid 19 saat ini, Pertamina sudah memberikan banyak bantuan dalam covid19 ini (530M) sehingga tidak serta merta harga minyak dunia turun maka harga BBM Pertamina harus diturunkan.

“Jadi, melihat bisnis Pertamina memang harus secara holistik, menyeluruh. Karena tidak hanya bermain di hilir tetapi juga di hulu, yang saat ini mengeluarkan banyak biaya. Ini yang berbeda dengan swasta lain,” kata Mamit.

Di sisi lain, tak kalah penting, perlu juga disiapkan insentif oleh pemerintah untuk K3S di masing-masing lapangan di tengah anjloknya harga minyak agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Jangan sampai, terjadi penghentian produksi karena dari sisi dampak juga besar apalagi mayoritas sumur minyak sudah tua dimana memerlukan biaya besar jika diaktifkan lagi. Opsi lain, pemerintah merelakan untuk mengurangi jatah bagi hasil dari penerimaan pajak negara bukan pajak dari K3S. Sehingga akan meringankan beban bisnis K3S.

MyPertamina Sediakan Banyak Promo Selama Ramadan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan