logo


Berencana Merelaksasi PSBB, Mahfud MD: Ekonomi Tidak Boleh Mati

Relaksasi PSBB bukan berarti melanggar protokol kesehatan

4 Mei 2020 04:15 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD voi.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mengatakan bahwa pemerintah berencana merelaksasi penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar ). Namun relaksasi PSBB tersebut bukan berarti melanggar protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.

"Relaksasi itu bukan berarti melanggar protokol kesehatan," kata Mahfud MD kepada wartawan, Minggu (3/5/2020).

"Yang menyangkut kesehatan pemerintah tegas harus mengikuti protokol Covid-19 seperti yang ditetapkan oleh WHO yang kemudian diadopsi oleh Indonesia. Keharusan memakai masker kalau keluar, cuci tangan, cuci secara rajin, kemudian physical distancing, kemudian tidak berkumpul atau melakukan kerumunan yang menyebabkan terjadinya kontak fisik atau kontak nafas secara dekat. Itu protokol kesehatan yang mutlak harus diikuti," jelasnya.


Bantah Tudingan Donald Trump, WHO: Kami Meyakini bahwa Virus ini Muncul secara Alami

Ia mengatakan bahwa relaksasi PSBB dilakukan agar perekonomian tidak macet. Meski demikian, ia menegaskan kembali bahwa relaksasi PSBB tetap dalam protokol kesehatan penanganan Covid-19.

"Kedua ekonomi tidak boleh macet, tidak boleh mati oleh sebab itu Presiden mengatakan ekonomi harus tetap bergerak dalam kerangka protokol kesehatan itu. Itu yang disebut relaksasi," pungkasnya.

Covid-19 Belum Reda, Perancis Perpanjang Masa Darurat Kesehatan Nasional Hingga Juli

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati